Jelang Ramadhan di Tengah Corona, PDM Kota Yogya: Anggap ini sebagai Musibah

Ilustrasi (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Coronavirus Desease 2019 (Covid-19) yang mewabah merupakan kondisi yang sangat tidak diharapkan masyarakat.

Namun Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta, Akhid Widi Rahmanta beranggapan bahwa wabah penyakit tersebut merupakan musibah yang harus diterima dan dihadapi bersama.

“Dalam tuntunan agama Islam, siapapun yang sudang musibah harus dihadapi dengan salat dan sabar,” kata Akhid kepada kabarkota.com, Jumat (3/4/2020)

Menurutnya, sabar sebagai upaya untuk mengatasi persoalan, dengan taat pada perintah Allah SWT, maupun anjuran dari para ulil amri.

Baca Juga:  Buka Pasar Sore Ramadhan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Nitikan Yogya Gelar Grebek Takjil

“Insya Allah musibah ini akan segera berakhir,” ucapnya.

Klo ada di antara umat Islam masih belum memahami dan melaksanakan sesuai petunjuk para ulil amri, maka lanjut Akhid, yang akan terjadi kemudiah justru akan semakin panjang penderitaannya.

Untuk menghadapi bulan Ramadhan, Akhid mengimbau agar dalam melaksanakan ibadah di bulan suci nantinya, umat muslim harus menyesuaikan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. Misalnya, tidak ada perkumpulan masa dalam bentuk dan giat apapun, dan melakukan semua ibadah di rumah.

“Jangan merasa kurang bernilai jika tidak salat di masjid. Kalau tetap memaksakan berkumpul di masjid, apakah berani menjamin bahwa sekian banyaknya jamaah itu sehat dan tidak menjadi penular?” imbuhnya.

Baca Juga:  Bersepeda Bikin Tambah Energi

Orang yang sakit tidak boleh ke masjid, meskipun kata Akhid, penular itu tidak mesti sakit. Artinya, ketika merasa sehat tapi sudah terpapar, maia sangat mungkin menjadi episentrum Covid-19.

“Semoga musibah ini segera berakhir dan kita bisa melaksanakan aktivitas terutama ibadah dengan normal kembali. Sekali lagi ini semua dalam kondisi darurat,” tegasnya.

Sementara terkait mudik, menurutnya, bagi warga yang masih sehat sebenarnya boleh saja, selama bersedia mencatatkan diri ke RT/RW setempat, dan harus mengisolasi diri selama 14 hari, meskipun mungkin itu berat untuk dilakukan. Jika ada gejala yang mengarah Covid-19, maka segera periksa ke dokter Puskesmas.

Baca Juga:  Calcusol, Obat Batu Ginjal Alami "Warisan" Prof. Dr. Sardjito

“Sebenarnya yang paling efektif dan aman dari penyebaran virus ini ya tidak usah mudik,” ucapnya. (Rep-03)