Jokowi: Kerugian Negara Akibat Ilegal Fishing capai Rp 300 Triliun

Ilustrasi (sumber: facebook Ir H Joko Widodo)

SEMARANG (kabarkota.com) – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) mengaku prihatin dengan kondisi para nelayan di Indonesia. Sebab, meski pun pontensi kekayaan ikan di lautan Indonesia sangat banyak, namun para nelayannya rata-rata masih hidup dalam kemiskinan.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, hal tersebut tak lepas dari maraknya illegal fishing (penangkapan ikan illegal) yang diperkirakan mengakibatkan Negara merugi hingga Rp 300 Triliun.

Baca Juga:  Kesenjangan Pembangunan, Akar Persoalan Papua ingin Lepas dari Indonesia?

“Ada sekitar 5.400 kapal yang melakukan tindakan Illegal Fishing, ini bukan angka main-main, kalau kita bisa mengamankan Rp. 300 Trilyun, berapa banyak aliran modal masuk ke negara, dan menyejahterakan nelayan bangsa sendiri,” kata Presiden dalam akun facebooknya, Ir H Joko Widodo, Kamis (4/12).

Untuk itu Jokowi meminta, agar Panglima tertinggi TNI  beserta jajartan terkait benar-benar bias mengamankan laut Indonesia dari aksi penjarahan illegal tersebut.

Baca Juga:  Jelang Kenaikan Harga BBM, Menteri ESDM: Stok Mencukupi

Selain itu, pihaknya juga berharap agar struktur aliran permodalan ke nelayan-nelayan diperkuat, sehingga mereka mudah mendapatkan akses untuk melaut dan membawa hasilnya.

“Bangun infrastruktur-infrastruktur baru di kampung-kampung nelayan. Ini tugas konstitusi,” pinta Jokowi.

SUTRIYATI