Jumenengan Dalem PA X akan Gunakan Kereta usia 2 Abad

Ilustrasi: Calon PA X, KBPH Suryodilogo (tengah) bersama Mendagri, Tjahjo Kumolo (kiri) dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, usai prosesi pemberangkatan jenazah PA IX, di kompleks Puro Pakualaman Yogyakarta (Sutriyati/kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Penobatan dan Kirab Ageng Jumenengan Dalem Paku Alam (PA) X rencananya digelar pada Kamis (7/1/2016) pekan depan. Namun, persiapan terus dilaksanakan guna mensinkronkan antara konsep peerencanaan dengan praktik di lapangan nantinya. Terlebih, prosesi jumenengan tersebut nantinya akan menggunakan sejumlah kereta istana yang usianya lebih dari dua abad.

Baca Juga:  Dampak Kekeringan, Ribuan Hektar Tanaman Padi di DIY Alami Puso

Keluarga kadipaten Pakualaman Bendara Pangeran Haryo (BPH) Danardono alias mas Ireng menyebutkan, Kereta yang akan digunakan untuk kirab tersebut, yakni kereta Kyai Manik Kumala, Nyai Roro Kumenyar, Kyai Brojonolo serta Kyai Manik Brojo, dengan rute kirab melalui jalan Sultan Agung, Gajahmada, Bausasran, Gayam, Cendana, Kusumanegara dan kembali ke PA.

“Kereta-kereta ini akan ditarik oleh sedikitnya 30 ekor kuda,” kata mas Ireng dalam siaran persnya, Sabtu (2/1/2016).

Baca Juga:  Pembubaran Acara AJI Berujung Desakan Evaluasi Kinerja Kapolda DIY

Menurutnya, pada Minggu (3/1/2016) besok, pihaknya juga akan menggelar gladi kirab ageng, pada pukul 09.00 EIB, dan dilanjutkan dengan gladi upacara adat penobatan pada pukul 15.00 WIB, di  Bangsal Sewatama.

Sementara itu, Ketua kirab jumeneng dalem PA X, Widihasto Wasana Putra menjelaskan, pelaksanaan gladi kirab diawali dengan apel siaga petugas pengamanan jumeneng dalem.

“Total semua petugas pengamanan sebanyak 2.500 orang yang berasal dari unsur TNI/Polri, instansi pemerintah terkait, organisasi masyarakat, perguruan pencak silat serta berbagai komunitas lainnya,” ungkapnya. (Rep-03/Ed-03)