Jumlah Koperasi di Kota Yogya Menyusut

Jumpa pers terkait Hari Koperasi di Kantor Kominfo dan Persandian Kota Yogyakarta, Senin (15/7/2019). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Jumlah koperasi di kota Yogyakarta dari tahun ke tahun cenderung mengalami pengurangan.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Lucy Irawati menyebutkan, sepanjang tahun 2016 – 2017 jumlah koperasi mencapai 554. Namun pada tahun 2018 berkurang menjadi 362 koperasi.

Loading...

“Berkurangnya itu karena dulu itu banyak yang dibentuk agak dipaksakan…. karena hibah. Sekarang sudah tidak ada aktivitasnya lagi. Jadi kami membubarkan itu tidak semata-mata membubarkan tapi kami komunikasikan dengan pengurus dan anggota,” jelas Lucy kepada labarkota usai menggelar jumpa pers terkait Hari Koperasi di Kantor Kominfo dan Persandian Kota Yogyakarta, Senin (15/7/2019).

Menurutnya, mayoritas koperasi yang telah dibubarkan itu adalah milik kelompok-kelompok masyarakat yang tinggal papan namanya saja, dan rata-rata didirikan sejak tahun 1980 yang tanpa akta notaris.

“Kami eksekusi tahun 2017 lalu,” imbuhnya.

Kapala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, UKM dan Nakertrans Kota Yogyakarta, Prabaningtyas menambahkan, pada tahun 2018, pihaknya melakukan peringkatan terhadap 130 koperasi untuk mengetahui tingkat kualitas koperasi berdasarkan kriteria-kriteria yang ditetapkan, dengan masa berlaku dua tahun.

Hasilnya, kata Praba, dua koperasi sangat berkualitas, 92 koperasi cukup berkualitas, dan sisanya kurang berkualitas. Rencananya pada tahun 2019 ini, pihaknya akan kembali melakukan peringkatan terhadap 130 koperasi lainnya.

Sementara, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Yogyakarta, Iskandar berpendapat bahwa di era revolusi industri 4.0, koperasi menghadapi tantangan berat, kaitannya dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

“Mau tidak mau, suka tidak suka, koperasi harus beradaptasi dengan itu,” tegasnya.

Sekarang ini, lanjut Iskandar, sudah ada beberapa koperasi yang mulai merintis penggunaan TIK supaya tidak kalah saing dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya.

Lebih lanjut Iskandar menambahkan, saat ini, sumbangan koperasi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) mencapai sekitar 5.1%. Namun angka tersebut masih jauh dari target Nasional yang diharapkan bisa mencapai 9%.

Untuk itu, melalui berbagai rangkaian kegiatan peringatan Hari Koperasi ke-72 di Kota Yogyakarta, pihaknya berharap, koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia bisa lebih dikenal oleh masyarakat, termasuk di kalangan kaum milenial. (Rep-01)