#KamiBersamaSuaraUSU Gelar Aksi di Tugu Yogya

Aksi #KamiBersamaSuaraUSU, di kawasan Tugu Yogyakarta, Senin (1/4/2019). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – puluhan mahasiswa dari berbagai Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di Yogyakarta menggelar aksi #KamiBersamaSuaraUSU, di kawasan Tugu Yogyakarta, Senin (1/4/2019).

Koordinator Lapangan (Korlap) #KamiBersamaSuaraUSU, Hedi mengatakan, dalam aksi kali ini pihaknya menuntut agar Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Runtung Sitepu segera mencabut Surat Keputusan (SK) Rektor No. 1319/UNS.1.R/SK/KMS 2019 yang merupakan SK pemberhentian 18 anggota LPM Suara USU.

Menurutnya, pemberhentian secara sepihak tersebut merupakan bentuk kesewang-wenangan rektor, dan tak mencerminkan demokratisasi di kampus.

“Rektor USU ini seolah mengeluarkan cara baru untuk memberedel pers mahasiswa,” kata Hedi kepada wartawan di sela-sela aksinya.

Untuk itu, pihaknya menolak segala bentuk intervensi terhadap kebebasan berekspresi bagi pegiat pers mahasiswa, serta mendesak agar pihak kampus memberikan jaminan ruang kebebasan mimbae akademik terhadap pers mahasiswa Suara USU, dan masiswa USU pada umumnya.

Hal senada juga disuarakan oleh Koordinator Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta, Tommy Apriando. Dalam orasinya, Tommy menganggap bahwa apa yang dilakukan rektor tersebut merupakan bentuk pelanggaran atas konstitusi.

“AJI akan terus bersama-sama mahasiswa mendesak agar rektor USI memberi ruang demokrasi bagi mahasiswa,” tegasnya.

Sebelumnya, pada 25 Maret 2019 lalu, Rektor USU, Runtung Sitepu memanggil seluruh anggota LPM Suara USU untuk melakukan pertemuan dan mempermasalahkan cerpen berjudul “Ketika Semua Orang Menolak Diriku di Dekatnya” karya Yael Stefani Sinaga yang dianggap mengandung unsur pornografi dan pro Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender/Transeksual (LGBT).

Dalam pertemuan tersebut, Runtung juga memberhentikan sepihak 18 anggota LPM Suara USU melalui SK Rektor, serta akan menggantinya dengan keanggotaan yang baru. (Rep-02)