Kasus Positif Meningkat Usai Raih Predikat Penanganan Covid-19 Terbaik, Begini Respon Pemda DIY

Logo Pemprov DIY

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Dalam dua hari terakhir, kasus baru positif Covid-19 di DIY meningkat cukup signifikan, jika dibandingkan waktu sebelumnya.

Berdasarkan laporan Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, pada 21 Juli 2020 ada penambahan 28 kasus baru. Sedangkan pada 22 Juli 2020 atau hari ini, kembali terjadi penambahan 21 kasus baru.

Di sisi lain, Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) baru saja memberikan predikat DIY sebagai Provinsi terbaik dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.

Baca Juga:  Hawa Panas Melanda, 500 warga India Meninggal Dunia

Menyikapi hal kondisi yang terkesan kontras tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji berpendapat bahwa pemberian predikat tersebut tidak berkaitan dengan peningkatan jumlah kasus positif di DIY. Sebab, parameternya ditekankan pada penanganan Covid-19 di DIY secara keseluruhan. Bukan pada jumlah kasus positif.

“Prosentase kesembuhan dari pasien yang terkonfirmasi positif itu juga menjadi bagian penilaian,” ungkap Aji, Rabu (22/7/2020).

Termasuk, kata Aji, bagaimana DIY mampu menangani dampak Covid-19 dengan baik, dan angka peningkatan kasus positifnya tidak terlalu tinggi. Selain itu juga menyangkut pemberian bansos dan kebangkitan ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Tak Miliki TPA Sampah, Pemkot Yogya Ujicoba Insinerator

Sementara meningkatnya jumlah kasus terkonfirmasi positif yang cukup banyak akhir-akhir ini, tegas Aji, sebagai konsekuensi dari kebijakan Pemda yang mulai melonggarkan pembatasan-pembatasan untuk pemulihan ekonomi, termasuk di sektor pariwisata.

Di samping itu, mantan Kepala Disdikpora DIY ini juga menganggap, rapid tes maupun tes swab massal yang dilakukan secara masif juga mempengaruhi peningkatan jumlah kasus di DIY.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, predikat terbaik yang diberikan oleh Presiden itu bukan tujuan utama, melainkan impak dari upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan selama ini. (Rep-01)

Baca Juga:  Ketemu Presiden, Buruh Gendong ini Dapat Uang Rp 100 Ribu