Kasus Udin dan Intan Tragedi Kemanusiaan di Indonesia

Aksi bisu di Tugu Pal Putih Yogyakarta (16/11/2016) (Anisatul Umah/kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Aksi bisu dengan melakban mulut di Tugu Pal Putih Yogyakarta digelar Rabu, (16/11/2016), sore. Aksi ini merupakan bentuk solidaritas atas meninggalnya Intan Olivia Marbun, korban ledakan di parkiran Gereja Oikumene, Samarinda, Minggu, (13/11/2016) lalu.

Selain Intan, aksi ini juga ditujukan atas pembunuhan Wartawan Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin yang kasusnya belum selesai. Ini merupakan aksi 16an ke-27, diadakan oleh Koalisi Masyarakat untuk Udin ([email protected]) dan Komite Bersama Reformasi (KBR).

Koordinator Umum KBR, Heronimus Heron mengatakan bahawa negara masih abai dan lalai atas masalah kemanusiaan yang terus terjadi. Ini wujud kegagalan negara dalam menginternalisasikan nilai Pancasila khususnya sila ke-2 “Kemanusiaan yang Adil dan Beradap”.

“Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menegakkan sila ke-2,” ujar Heron (16/11/2016).

Aksi ini juga sebagai bentuk desakan kepada pemerintah untuk mengambil langkah serius menuntaskan segala kasus kekerasan. Lebih lanjut, Heron juga mengajak masyarakat untuk andil dalam mencegah kekerasan dan kejahatan kemanusiaan.

“Udin dan Intan adalah contoh tragedi kemanusiaan yang ada di Indonesia,” pungkasnya.

Tabur bunga, menyalakan lilin, dan doa bersama di Selatan Tugu Pal Putih menjadi aksi lanjutan setalah aksi bisu. Dalam perjalannya Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan beberapa organisasi lain juga akan menggelar aksi senada. Karena memiliki tujuan yang sama akhirnya bersama [email protected] dan KBR bergabung dan menggelar aksi bersama.

Perwakilan GMKI, Paskalis Lamma menyampaikan tuntutan yang sama kepada pemerintah untuk menyelesaikan kasus ini. Menurutnya kasus Intan ini dipandang sebagai kasus kemanusiaan. Ia berharap agar masyarakat tidak terprovokasi.

“Kami mengangkat Intan dan secara umum. Harapannya kasus serupa tidak akan terjadi,” pungkasnya. (Rep-04/Ed-01)