Kedua Tim Sukses Capres Serukan Pendukung Tenang

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Menjelang pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI tentang capres-cawapres terpilih 2014-2019, kedua Tim Sukses Pasangan Calon (Timses Paslon) DIY mengimbau agar para simpatisan tetap tenang.
Salah satu Timses Paslon Prabowo – Hatta DIY, Johannes Serang Keban meminta, agar seluruh  pendukung pasangan capres nomer urut 1 tersebut dapat menjaga suasana kondusif di wilayahnya masing-masing.
"Mari kita ikuti pengumuman hasilnya secara cermat dan hargai kerja KPU," ajak John melalui SMS, Selasa (22/7).
Namun jika dinilai ada ketidak-adilan dan kecurangan, kata Anggota DPRD DIY Fraksi Golkar tersebut, maka mekanisme konstitusional yang semestinya ditempuh, dan bukan dengan tindakan-tindakan anarkis. Sebab, hal tersebut dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
Ditanya terkait kemungkinan adanya Gugatan ke Mahkamah Konstitusi, John menyatakan, langkah tersebut akan ditempuh kubu Prabowo – Hatta nantinya.
"Materi gugatannya tentang pemilih siluman dan temuan penggelembungan suara di bererapa daerah," jelas dia kepada kabarkota.com.
Sementara Bambang Praswanto selaku Ketua Tim Pemenangan Jokowi – JK juga menghimbau agar seluruh jajaran PDI Perjuangan DIY beserta Satgas, sayap, badan dan  simpatisan partai  menjunjung tinggi disiplin pada peraturan dan pimpinan parpol berlambang kepala banteng moncong putih tersebut.
"Kami juga meminta agar tidak ada  kegiatan tasyakuran, pawai dan lain-lain yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat," kata Sekretaris DPD PDIP DIY ini melalui SMS.
Meski begitu, pihaknya juga berharap, agar kewaspadaan terhadap isu provokasi tetap ditingkatkan dengan terus berkoordinasi dan mencari informasi yang akurat.
"Lakukan check recheck," tegas Bambang.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY, Thoha Abdurrahman menginginkan agar semua pihak tetap legowo siapa pun presiden yang terpilih nantinya.
"Mengikuti pemerintah itu wajib hukumnya," ucap dia.
Thoha juga berkomitmen untuk mendukung Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk lima tahun ke depan, selama tidak menyimpang dari agama serta tidak membohongi rakyat.
"Untuk urusan agama, saya siap turun ke jalan (demonstrasi)," janji Thoha. (jid/tri)