Kejar Target Pembangunan Bandara NYIA

Lokasi pembangunan Bandara NYIA, di Kulon Progo, DIY. (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) РPembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di wilayah Kecamata Temon, Kabupaten Kulon Progo, DIY digadang-gadang akan diresmikan minimum pengoperasiannya, pada April 2019 mendatang.

Bandara berkapasitas sedikitnya 15 juta penumpang per tahun ini terus dikebut pembangunannya, sejak peletakan batu pertama (ground breaking) oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) pada 27 Januari 2017 lalu. Namun, dua tahun hampir berlalu, proses pembangunan bandara saat ini diperkirakan baru sekitar 30% dari target 50% – 60% untuk minimum beroperasi.

Kondisi ini membuat pemerintah, melalui Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi terkesan tak yakin bahwa mega proyek tersebut akan bisa selesai sesuai rencana, pada April 2019, dan secara keseluruhan usai pada April 2020.

“(target) April itu menjadi satu wacana… kami akan upayakan, semoga berhasil, tapi itu bukan yang utama,” kata Menhub kepada wartawan di Yogyakarta, 20 Januari 2019.

Ketika Bandara NYIA ini mulai beroperasi, pihaknya berharap koneksi internasional bisa terbangun dengan lebih baik, sehingga niatan untuk menjadikan DIY sebagai daerah tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara tahun 2025 bisa terealisasi.

AP Yakin Bandara NYIA Minimum Beroperasi April 2019

Sementara Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) 1, Faik Fahri menambahkan, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP), penyelesaian bandara NYIA maksimal pada Juli 2020.

“Kami mengupayakan minimum operasi di bulan April 2019, tapi kan faktor penentunya banyak… masalah cuaca dan sebagainya. Kami tetap optimis di bulan April, tapi kalau penyelesaian secara keseluruhan di bulan Desember 2019,” tegas Fahmi.

Berdasarkan Airport Plan & Design dari AP (29 Agustus 2017), pada tahap awal di tahun 2019 ini, saat lalu lintas mencapai 9 juta penumpang, maka bandara baru tersebut akan dikembangkan untuk 14 juta penumpang per tahun.

Tahap selanjutnya, pada 2027, ketika lalu lintas mencapai 14 juta penumpang per tahun, maka bandara akan kembali ditingkatkan kapasitasnya menjadi 20 juta penumpang per tahun. Kemudian di tahun 2036 diharapkan lalu lintas udara di bandara NYIA sedikitnya mencapai 20 juta penumpang per tahun, dan tahun 2046 target 25 juta penumpang per tahun bisa tercapai.

“Kalau memang April sudah bisa selesai, maka itu bisa dipakai untuk penerbangan internasional, dengan pengalihan dari yang sekarang ini ada di bandara Internasional Adi Sutjipto Yogyakarta, ditambah penerbangan internasional yang menggunakan pesawat-pesawat berukuran besar,” harapnya.

Taochid Purnomo Hadi sebagai Project Manager Proyek Pembangunan Bandara NYIA mengaku, pihaknya juga tengah berusaha keras agar proyek yang dipegangnya tersebut selesai sesuai target.

Insya Allah, kami masih berusaha keras untuk itu,” ucapnya.

Kekhawatiran Anggota Dewan DIY Ketika Mega Proyek Bandara NYIA Kejar Target Semata

Sebelumnya, pada 24 September 2018, kabarkota.com sempat menemui salah seorang wakil ketua DPRD DIY, Arif Noor Hartanto dan menyinggung soal pembangunan bandara NYIA. Pada prinsipnya, pihaknya tak berkeberatan, selama permasalahan-permasalahan yang menyertainya diselesaikan secara tuntas terlebih dahulu.

Terpenting dari itu, Arif meminta agar pembangunan bandara NYIA ini didasarkan pada prinsip kehati-hatian, dan tak sekedar mengejar target penyelesaian semata.

“Ini yang harus hati-hati Ketika membangun bandara dengan konstruksi fisik yang sebesar itu, kalau dipaksakan dalam tempo hanya beberapa bulan, maka akan sangat beresiko gagal konstruksi dan itu yang harus dihindarkan,” pinta mantan anggota DPRD kota Yogyakarta ini. (Rep-01)