Kekerasan Berulang, Garbhita Tuntut Kapolda DIY Dicopot

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Garda Bhinneka Tunggal Ika (Garbhita) Yogyakarta, Kamis (12/6) siang,  berdemonstrasi menuntut agar Kapolda dan Wakapolda DIY dicopot dari jabatannya.
Koordinator Lapangan (Korlap) Garbhita Yogyakarta, Dipo Dwi menganggap, kepolisian tidak mampu mengatasi kasus-kasus kekerasan intoleran yang terjadi di DIY akhir-akhir ini.
"Kasus-kasus intoleran sekarang semakin masif di Yogyakarta", tegas Dipo kepada wartawan, di sela-sela aksi, di kantor DPRD DIY.
Baca Juga:  Cetak Rekor Terbanyak, Kasus Positif Covid-19 di DIY Hari Ini Bertambah 64 Orang
Padahal, kata dia, selama ini Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Gubernur DIY sekaligus Raja Kraton Yogyakarta telah menyatakan bahwa tidak ada lagi toleransi bagi kasus-kasus kekerasan berbau SARA di Yogyakarta.
Selain menuntut pencopotan Kapolda dan Wakapolda, Garbhita Yogyakarta juga mendesak agar para pelaku kekerasan segera diadili, pembubaran Ormas yang anarkis, Penegakan Pancasila dan UUD 45N serta penghentian politisasi agama. Termasuk pernyataan Pluralisme harga mati.
Baca Juga:  Anggota DPRD DIY, Agus Sumartono Meninggal Dunia
Setelah menggelar orasi-orasi di halaman gedung DPRD DIY, saat ini massa sedang berusaha untuk menemui para anggota dewan untuk melakukan audiensi, yang intinya untuk mendesak penonaktifan pejabat Polda tersebut, serta penuntasan kasus-kasus intoleran yang terjadi di DIY.
Berdasarkan pantauan kabarkota.com saat ini, massa aksi sedang menunggu perwakilan dari anggota DPRD DIY yang akan menemui mereka di ruang Transit DPRD DIY. (jid/tri)
Baca Juga:  Penggusuran Gumuk Pasir Parangkusumo, Bantul Ditargetkan Tahun Ini