Kendaraan Bermotor Penyumbang Emisi Terbesar di Yogya

Seminar Hasil Perhitungan Emisi Kota Yogyakarta, Rabu (24/2/2016). (Januardi/kabarkota.com)

YOGYAKRTA (kabarkota.com) – Kendaraan bermotor menjadi penyebab paling besar polusi udara di Kota Yogyakarta. Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Sa’duddin mengatakan, emisi yang dihasilkan dari kendaraan tersebut jauh lebih tinggi dari sumber-sumber emisi lainnnya seperti pabrik, perumahan, hotel dan sekolah.

Berdasarkan data perhitungan Pustral UGM, sumber bergerak menghasilkan emisi 225.299,966 ton per tahun atau 67 persen. Jauh di atas dua sumber emisi lainnya, yaitu sumber titik 10.094,214 ton per tahun (4 persen) dan sumber area 76.331,831 ton per tahun (29 persen).

Baca Juga:  2019, Kasus DBD di Kota Yogya Meningkat

“Penyumbang paling besar itu dari kendaraan pribadi. Kendaraan umum ada, tapi tidak banyak,” kata Sa’duddin dalam Seminar Hasil Perhitungan Emisi Kota Yogyakarta, Rabu (24/2/2016).

Solusi yang bisa diambil, lanjut Sa’dudin, dengan penggunaan bahan bakar yang ramah lingkungan. Mengingat, sulit melarang orang untuk menggunakan kendaraan pribadi.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta, Suyana menuturkan, saat ini kendaraan bermotor banyak digunakan oleh pelajar, termasuk sekolah menengah.

Baca Juga:  Atasi Banjir di Yogya, Butuh Waktu Lama

“Bahkan anak SMP banyak yang bawa motor,” kata Suyana.

Untuk itu, Suyana meminta para guru di sekolah menengah untuk memperhatikan kendaraan siswanya. Terutama mengenai bahan bakar yang digunakan.

Suyana juga menambahkan, pengendalian kendaraan bermotor memang merupakan prioritas LBH Yogyakarta dalam menanggulangi emisi. Pembangun Ruang Terbuka Hijau sudah semakin susah untuk dibangun di daerah kota, sehingga mulai menyasar wilayah pedesaan dan sekolah.

Baca Juga:  Buruh Tetap Minta BPJS Kelas III Digratiskan

“Sekarang juga banyak kendaraan plat merah yang tidak mau pakai pertamax. Padahal itu wajib. Harusnya ditarik saja intensif kendaraan plat merah yang seperti itu,” ucap Suyana. (Ed-03)

Kontributor: Januardi