Ketika Kebebasan Akademik Terbelenggu

Diskusi terbuka Forum Intelektual Progresif: Melawan Belenggu Kebebasan Akademik, di Kampus Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, Rabu (29/6/2016). (sutriyati/kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Situasi politik tertentu berimbas pada dunia pendidikan. Ungkapan tersebut disampaikan Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, Abdul Wahid, dalam Diskusi terbuka Forum Intelektual Progresif: Melawan Belenggu Kebebasan Akademik, di Kampus Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, Rabu (29/6/2016).

Pihaknya mencontohkan, ketika Indonesia menerapkan sistem demokrasi terpimpin, orang cenderung dibatasi kebebasannya. “Iklim ketakutan ditancapkan dengan kuat sehingga akademik tida bisa eksis,” kata Wahid. Atmosfir kampus yang seharusnya institualisme pada akhirnya juga menurunm

Baca Juga:  Rektor Mundur, Begini Reaksi Mahasiswa UII Yogya

“Akademisi menjadi pragmatis,” sebutnya. Sementara, aksi-aksi anti intelektualisme dari kelompok-kelompok tertentu di luar kampus kian melebar.

“Sistem Perguruan Tinggi memang sudah pernah melakukan eksperimentasi academic freedom tapi sistem politik justru mengkerdilkannya,” sesal Wahid.

Sementara, Dosen Fakultas Teologi USD, Paulus Bambang Irawan menganggap bahwa persoalan yang menyangkut kebebasan akademik ini merupakan masalah yang serius.

“Pada dasarnya, rekan muda itu sangat menerima umpan baru. Hanya saja, perlu orang yang membantu mengungkapkan narasi-narasi yang tersembunyi,” ujar Bambang. Mengingat, universitas merupakan komunitas plural, dengan gesekan-gesekan yang dibuat.

Baca Juga:  Cina Larang Kegiatan Keagamaan di Kelas

Budi Irawanto, Dosen Fisipol UGM menambahkan, sikap pragmatis yang merebak saat ini sebenarnya bisa dilacak sejarahnya sejak jaman orde baru. Namun yang terpenting, bagaimana agar universitas bisa menjaga independensi dari berbagai kepentingan, utamanya korporasi yang kini sudah merambah ke kampus-kampus, melalui pendanaan riset, pemberian beasiswa, dan bahkan pendanaan pada program studi tertentu.

“Kebebasan akademik tidak hanya melekat pada individu pengajarnya saja, tetapi institusi pendidikan juga punya peran penting dalam menjaga independensi itu,” ucap Budi. (Rep-03/Ed-03)