Ketika Penyandang Disabilitas Ikut Berkesenian

Acara Jambore Difabel Istimewa di Gedung eks Koni DIY (12/11/2016) (Anisatul Umah/kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Ratusan peserta dari lembaga, masyarakat, dan komunitas ikut andil dalam acara Jambore Difabel Istimewa. Dalam acara ini ditampilkan karya seni, serta pentas seni dari anak- anak penyandang disabilitas.

Ketua panitia acara, Guntur Prabawanto megatakan bahwa, dari sisi sejarah keraton Yogyakarta memang mengakomodasi penyandang disabilitas, dengan adanya abdi dalem polowijan. Maksud dari penyelenggaraan acara ini adalah untuk memberikan ruang berkesenian bagi Penyandang disabilitas.

“Melihat potensi dari teman-teman difabel. Kami harap difabel lebih mampu menggali potensi lebih, dalam aspek kebudayaan,” ungkapnya kepada kabarkota.com di Gedung eks Koni DIY Museum Sonobudoyo (12/11/2016).

Ketua Perspektif Komunitas Difabel Karya Seni, sekaligus panitia acara, Sri Hartaningsih mengungkapkan, semestinya support bagi difabel tidak hanya diberikan saat momentum, tapi harian. Karya seni bagus bukan tujuan utama dalam acara ini, akan tetapi menumbuhkan rasa percaya diri menjadi hal yang lebih utama.

“Dia (difabel.red) sudah bisa berkarya itu luar biasa,” tuturnya.

Dalam hal berkesenian semestinya penyandang disabilitas memiliki kesempatan dan hak yang sama. Dengan memberikan perlakuan spesial, penyandang disabilitas mampu mengekspresikan kesenian.

“Beda bukan karena dikhususkan, tapi agar bisa melakukan hal yang sama,” jelasnya.

Salah satu peserta tari penyandang tuna grahita, Amanda mengaku senang mengikuti acara ini. Ia mampu memperagakan beberapa gerakan tari dengan dibimbing mentor.

“Iya senang,” katanya. (Rep-04/Ed-01)