Kisah Guru Untung: Dulu Dicaci, Kini sering Mendapatkan Ciuman Kaki

Guru Untung saat mengajar di kelas (fimadani.com)

JAKARTA (kabarkota.com) – keterbatasan fisik tak menjadi penghalang bagi seorang guru asal Sumenep, Jawa Timur, Untung yang baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari Kementrian Agama (Kemenag) atas kegigihannya dalam berbagi ilmu dan pengetahuan.

n yang harus dihadapinya, bahkan hingga separuh abad kehidupannya. Mengajar menjadi bagian caranya berjihad untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa.

Untung yang terlahir tanpa dua tangan, terpanggil untuk mendedikasikan diri sebagai Guru MI Miftahul Ulum di Sumenep.

“Pak Untung menginspirasi pada guru lain. Dengan kesempurnaan itu, jangan sampai ruhul jihad guru yang sempurna kalah dengan ruhul jihad Pak Untung. Dia dengan segala keterbatasannya mampu membawa santri dan murid-muridnya bagus, bisa belajar serius. Maka, guru lainnya yang sempurnah, tidak boleh tidak,” kata Mahfudz, Kakanwil Kemenag Sumenep, seperti dikutip laman Kemenag, Sabtu (16/4/2016).

Baca Juga:  Kubu Romy Tetap Ngotot, PPP Bakal Gelar Dua Muktamar?

Sementara Untung mengisahkan tentang awal pengabdiannya yang merasa canggung. Terlebih, hampir dua tahun, dirinyg sering menjadi bahan tertawaan siswanya selama mengajar. Tak jarang, para siswa juga enggan belajar kepadanya.

Namun Untung tak patah semangat, hingga pengabdiannya berbuah manis, ketika para siswa pada akhirnya bersikap taat dan tawadlu’ kepadanya. Hal itu tercermin pada keikhlasan mereka untuk mencium kaki Untung, karena ketiadaan kedua tangannya.

Baca Juga:  Ternyata Lebih dari 10 Nama Camen Jokowi ???????? JK Ditandai KPK

Selain mengajar di MI, Untung juga memiliki 100 santri yang berguru kepadanya, sebab pria tersebut memang sangat fasih dalam mengaji, dan telaten dalam membimbing para santrinya.

Selain sebagai tempat mengajar, ternyata Yayasan Al-Miftah yang kini menaunginya itu juga menjadi tempat Untung belajar. Pasalnya, Untung kecil tercatat sebagai salah satu santri di sana.  

Sebagai guru tanpa dua tangan, ia mengaku kerap menemui kesulitan. Hanya saja, Untung yang telah mengajar selama lebih dari dua dasawarsa itu bak pelita bagi para siswanya yang memancarkan keteladan untuk tidak menyerah di tengah segala keterbatasan. (Rep-03/Ed-03)