Kisah Mengharukan Cat Lover asal Yogya yang Dulunya Phobia Kucing

Cat lover di Yogyakarta, Indah Parasti bersama salah satu kucing kesayangannya yang ia bawa ke Festival Kampung Satwa 2018 di Moyudan, Sleman, Sabtu (8/12/2018). (dok. kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Pengalaman masa lalu yang tak menyenangkan atau menakutkan terkadang membuat orang menjadi phobia terhadap sesuatu. Hal itu pula yang dialami seorang cat lover di Yogyakarta, Indah Parasti.

Indah mengaku, selama 25 tahun, ia merasa sangat takut melihat kucing. “Saya awalnya tak bisa kalau melihat kucing. Maksudnya, bila melihat kucing, saya langsung panik dan bisa mecahin barang-barang apa saja yang ada di dekat saya, atau naik ke atas meja,” ungkap Indah, saat ditemui kabarkota.com, di Sleman, Sabtu (8/12/2018).

Baca Juga:  4 Makanan ini Bisa Redakan Kepanikan

Phobia Indah bermula ketika masih kecil, sepulang sekolah, ia diikuti kucing yang mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya. “Saya sampai menangis selama tiga jam saat itu, karena takut,” kenangnya.

Namun itu belum seberapa, karena menurut Indah, dirinya sempat mengalami kecelakaan cukup fatal saat mengemudikan mobil, dan melihat kucing tengah berkelahi. Sadar bahwa phobia terhadap kucing sudah sangat mengganggu, Indah kemudian memutuskan untuk melakukan terapi. Terlebih, keluarga suaminya juga termasuk pecinta kucing.

Melalui terapi itu, perempuan 32 tahun ini disarankan untuk memiliki kucing di rumah. Berkat dukungan dari suami dan keluarganya, pelan-pelan Indah mulai bisa beradaptasi dan berinteraksi dengan kucing. Bahkan sempat suatu ketika karena kasihan melihat kucing yang terus mengeong, akhirnya ia berani menyentuhnya. Sejak itu phobianya sembuh.

Baca Juga:  Takut Ebola? Begini Cara Menghindarinya

Sekarang, Indah yang tengah mengandung anak keduanya, justru berbalik menjadi pecinta kucing (cat lover) dan bergabung di komunitas Meongers Jogja, sejak 2017 lalu.

Selain memelihara sejumlah kucing hasil rescue, Indah bersama teman-temannya di komunitas juga rutin melakukan edukasi tentang kucing ke masyarakat, stray feeding (memberi makan kucing-kucing di jalanan), melakukan steril, dan menyelamatkan kucing-kucing terlantar dan luka.

Perempuan asal Bantul ini juga mengaku kini hidup dan kesehatannya justru menjadi lebih baik, setelah “dekat” dengan kucing.

Baca Juga:  Waspadai Sapi Sampah jelang Idul Adha, Ini Ciri-Cirinya

“Bagi saya, dengkurannya kucing itu bisa menjadi terapi, membuat saya lekas tertidur,” ucapnya.

Indah yang selama ini juga punya riwayat asma, sama sekali tak merasa terganggu kesehatannya dengan keberadaan kucing-kucing di rumahnya.

“Kalau sebagian orang enggan memelihara kucing karena takut tak memiliki keturunan dan terkena toxoplasma, itu tidak benar. Saya sekarang tengah mengandung. Dan toxoplasma itu sebenarnya bisa terjadi bukan karena kucing tapi bisa jadi karena kurang menjaga kebersihan, atau mengkonsumsi makanan setengah matang,” tegasnya. (Rep-02)