Klub Sepakbola Ini Bantu Seorang Nenek yang Diusir dari Tempat Tinggalnya

Nenek Carmen Martinez. (Sumber foto: BBC)

MADRID (kabarkota.com) – Sebuah klub sepak bola di Liga Spanyol, Rayo Vallecano akan membantu seorang nenek yang diusir dari rumah susun tempat tinggalnya. Seorang nenek bernama Carmen Martinez (85 tahun) diusir lantaran putranya, Luis Jimenez Martinez, tidak bisa melunasi pinjaman bank sebesar sebesar 40.000 euro (sekitar Rp600 juta).

Pelatih Rayo Vallecano, Paco Jemez mengatakan akan iuran guna mengumpulkan uang untuk membantu sang nenek. Menurutnya, ia tidak akan berpangku tangan melihat hal itu. Bahkan, ia berujar akan mengajak seluruh staff teknis, para pemain, dan juga klub.  Rayo Vallecano merupakan klub yang bermarkas di Distrik Vallecas, Kota Madrid, daerah tempat tinggal nenek Carmen.

Baca Juga:  Masker di Kota Yogya Langka, Harga Naik hingga 300%

“Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk membantu perempuan ini dan mengulurkan tangan kepadanya sehingga dia bisa hidup bermartabat dan tidak sendirian,” kata Jemez.

Pernyataan Jemez memperoleh dukungan dari para pendukung Rayo Vallecano. Pada pertandingan menghadapi Celta Vigo, Minggu (23/11) waktu setempat, yang berakhir dengan kemenangan Rayo, 1-0, mereka membantangkan spandung penyemangat kepada siapapun yang mengalami kesulitan akibat krisis finansial di Spanyol.

Baca Juga:  Facebook Minta Maaf ke Facebooker. Ada Apa?

Sementara itu, nenek Carmen mengatakan tindakan klub Rayo Vallecano sangat baik. Ia juga mengaku berterima kasih kepada klub. “Mereka orang-orang baik dan saya sangat berterima kasih,” ujar Carmen.

Wali Kota Madrid, Ana Botella, mengumumkan akan berupaya mencari solusi untuk Carmen yang kini tinggal bersama cucunya.

Carmen Martinez merupakan satu dari sekian banyak keluarga yang terusir dari rumah mereka akibat krisis keuangan di negara tersebut. Tahun lalu, bank-bank di Spanyol menyita  setidaknya 49.694 properti dari nasabahnya. Menurut data Bank Sentral Spanyol, jumlah tersebut terjadi peningkatan sebesar 11,1% dari 2012 lalu. (BBC)

Baca Juga:  Jelang Lebaran, Dinkes Sleman Lakukan Pendataan Ibu Hamil