Kontroversi Buku Ajar MTs, Ketua PB NU: Ajari Siswa Cinta Damai

Ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. Malik Madani dalam sebuah acara organisasi NU. (foto: antaranews.com) 
 
 
SLEMAN (kabarkota.com) – Tindak kekerasan antarumat beragama yang selama ini muncul diduga akibat minimnya pemahaman nilai-nilai dasar keagamaan. Dalam setiap agama mengajarkan pemeluknya untuk cintai damai. 
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) Malik Madani menjelaskan, cinta damai itulah yang sejauh ini kian menjauh dari masyarakat. Akibatnya tindakan kekerasan tidak terelakkan. 
Baca Juga:  Mencari Rumusan Ideal Penerapan Sistem Zonasi PPDB
"Siswa tak cukup diajari bagaimana cara beribadah dengan benar. Pemahaman nilai-nilai dasar, termasuk Islam yang cinta damai harus diutamakan," kata Malik saat dihubungi kabarkota.com, Rabu (24/9). 
Ia menjelaskan, tujuan dari keberagamaan adalah memperbaiki akhlak atau moral. Tidak cukup hanya dengan ibadah untuk kepentingan pribadi. 
Terkait buku bahan ajar kurikulum 2013 pelajaran agama yang menyebutkan bahwa makam para wali disebut jenis berhala baru, menurutnya materi tersebut bisa menjadikan peserta didik antipati terhadap pihak tertentu dan bisa dengan mudah memvonis orang lain salah. 
Baca Juga:  Pemerintahan Baru Diklaim Paling Pro Pengusaha
Selain itu, mengenai tulisan di buku yang menyebutkan nabi Muhammad digambarkan sebagai sosok yang suka datang ke daerah yang suka berperang, dalam pandangan Malik adalah sebuah kesalahan besar. "Walaupun itu jadi fakta sejarah tapi itu bukan hal yang pokok. Penyampaian informasi harus secara komprehensif," kata dia. 
AHMAD MUSTAQIM