Kotanya Dilanda Kabut Asap, Dua Mahasiswa Ini Berseru di Tugu Yogya

Aksi penggalangan dana KAMMI wilayah DIY untuk korban bencana asap, di kawasan Tugu Yogyakarta, Rabu (14/10). (Sutriyati/kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Bencana kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di tanah air, mengundang keprihatinan sekaligus simpati dari banyak pihak. Tak terkecuali para mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah DIY.

Di kawasan Tugu Yogyakarta, Rabu (14/10) para mahasiswa tersebut menggelar orasi dan aksi penggalangan dana dari masyarakat yang melintas untuk korban kabut asap. Aksi kali ini juga sebagai refleksi datangnya Tahun Baru 1 Muharram 1437 Hijriyah.

Baca Juga:  HMI (MPO) Desak Presiden Tertibkan Menteri yang Kecanduan Impor

Dalam orasinya, salah satu mahasiswa asal Riau, Habibi menyerukan, agar pemerintah memberikan perhatian atas bencana tersebut.  “Kami layak diperhatikan dan disumbang karena tertimpa bencana asap yang telah memakan korban,” ujarnya.

Seruan serupa juga disampaikan Rizky, Mahasiswa asal Sumatera.  “Kami minta pemerintah memperhatikan kami, karena tidak enak hidup dengan asap,” desaknya.

Menurutnya,  Oksigen adalah bagian dari hak asasi, namun akibat kabut asap itu, mereka tak mendapatkan keadilan untuk menikmati udara yang sehat.

Baca Juga:  Di Inggris, Lulusan Sekolah Swasta Bergaji Lebih Tinggi

Sementara Rosyid Ridho, Ketua kebijakan Publik Kammi Wilayah DIY dalam pernyataan sikapnya menuntut agar pemerintah bisa mengusut tuntas pelaku serta aktor di balik pembakaran hutan dan lahan itu.

“Perkuat regulasi mengenai izin pembukaan lahan dan hutan,” pintanya. KAMMI juga mendesak pemeirntah agar semakin serius dalam menyelesaikan masalah asap. Baik dari recovery lahan maupun penanganan korban yang terdampakk bencana asap.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau, agar seluruh masyarakat bersimpati dan ikut membantu para korban bencana asap di sejumlah wilayah.

Baca Juga:  Menkumham dan Jaksa Agung Dijabat Orang Partai. Penegakan Hukum di Indonesia Terancam?

SUTRIYATI