Kualitas Beras Dipersoalkan, Ini Pembelaan Kepala Bulog Yogya

Ilustrasi: Pengambilan sampel raskin (sutriyati/kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Kepala Perum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (Bulog Divre DIY), M. Sugit Tedjo Mulyono mengaku, hingga kini pihaknya masih sering menerima komplain terkait  beras untuk rakyat miskin (raskin) yang sebagian dianggap tak layak konsumsi.

Sugit berdalih, hal itu terjadi karena selama ini Bulog tidak jenis beras, sebagaimana yang beredar di pasaran. Bulog hanya mengenal kualitas, sehingga masyarakat beranggapan bahwa beras bulog tidak enak karena yang digunakan sebagai pembandingnya selalu beras kualitas premium yang beredar di pasar. Sementara beras Bulog kualitasnya medium

Baca Juga:  Buruh Tetap Minta BPJS Kelas III Digratiskan

“Sepanjang kualitasnya memenuhi syarat, patah-patahnya 20 persen, menirnya 2 persen, kadar airnya 14 persen, dan derajat songsongnya 95 persen, itu yang kami ambil,” jelas Sugit kepada wartawan di kantor BPS DIY, Senin (1/2/2016).

Selain itu, warga juga sering mengeluhkan warna beras bulog yang cenderung berwarna kusam. “Beras Bulog warnanya 95 persen masih ada kulit arinya. Kalau di pasar hampir 100 persen bersih,” ungkapnya.

Baca Juga:  Selamat Jalan Murry Koes Plus

Menurutnya, hal itu pula yang menjadi penghambat saat beras bulog akan dikomersilkan. Mengingat, beras yang tergolong enak dan tidak enak bercampur menjadi satu. Karena itu, pihaknya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY berencana untuk mengadakan satu alat guna mengklasifikasikan beras tersebut, jika nantinya benar-benar ditargetkan menjadi beras komersil.

Ditambahkan Sugit, untuk tahun 2016 ini, jumlah Rumah Tangga Miskin Penerima Manfaat (RTMPM) sebanyak 288.391 atau masih sama dengan tahun sebelumnya. Namun demikian, Bulog memperkirakan, mulai April mendatang akan ada perubahan data, sesuai dengan hasil sensus ekonomi, yang telah selesai pada November 2015 lalu. (Rep-03/Ed-03)