Kubu Romi dan Djan Faridz Merapat ke Ahok-Djarot, Ini Sikap PPP DIY

Ilustrasi (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DIY, Sukri Fadholi tak sepakat dengan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), baik kubu Romahurmuziy (Romi) maupun kubu Djan Faridz yang memberikan dukungan untuk pasangan Ahok – Djarot, dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 ini.

Pihaknya beranggapan bahwa kebijakan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip asas perjuangan partai berbasis Islam.

Loading...

“Oleh karena itu, semestinya PPP berkewajiban memberikan dukungan kepada calon-calon dalam Pilkada, pemimpin-pemimpin yang beragama Islam,” tegas Sukri saat dihubungi kabarkota.com, Kamis (30/3/2017).

Mengingat, lanjut Sukri, kebijakan yang diambil itu bukan sekedar kepentingan struktur partai semata, tetapi seharuanya juga tidak mengesampingkan kepentingan umat. Termasuk petanggung-jawaban kepada Allah SWT.

Salah satu ketua DPP PPP ini juga mengaku telah mengingatkan, sekaligus meminta kepada DPP untuk melakukan evaluasi atas kebijakan-kebijakan yang diambil, terutama yang bertentangan dengan kaidah-kaidah partai.

“Persoalan mereka mau menerima atau tidak ya silakan,” ucapnya.

Dukungan PPP untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta no urut 2, Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat (Ahok – Djarot) telah diberikan oleh kubu Djan Faridz, sejak Pilkada DKI Jakarta Putaran Pertama. Kepada media di Jakarta, Djan berdalih bahwa keberpihakan PPP kepada Ahok – Djarot karena pasangan tersebut dinilai peduli terhadap umat Islam.

Sementara PPP kubu Romi, akhirnya juga menyatakan dukungan untuk Ahok-Djarot di putaran kedua, pada 27 Maret 2017. Sebelumnya, Romi mendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni (Agus – Sylvi) yang kandas di putaran pertama.

Dukungan kubu Romi untuk pasangan Ahok-Djarot, menurut Ketua DPP PPP, Syaifullah Tamliha juga sempat mendapatkan penolakan dari Majelis Tinggi. Karenanya, Syaifullah mengungkapkan, keputusan kubu Romi mendukung Ahok-Djarot merupakan posisi yang sulit.

Dari sisi kepentingan ideologis, jelas tidak mungkin PPP mendukung Ahok. Namun, kepentingan strategisnya, kubu Romi ingin menjaga harmoni dengan partai-partai pendukung pemerintah. (Rep-03/Ed-03)