Lapangan Karang Kotagede perlu Didesain untuk Destinasi Sport Tourism

Ilustrasi: Seorang warga Kotagede tengah menjajal instalasi fitnes di lapangan Karang, Minggu (22/12/2019). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Keberadaan lapangan terbuka di kota Yogyakarta sangat dibutuhkan masyarakat.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kini tengah melakukan pemetaan seluruh lapangan olah raga dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di seluruh kota Yogyakarta. Salah satunya, lapangan Karang di Kelurahan Prenggan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta yang baru saja dilengkapi dengan instalasi fitnes senilai Rp 150 juta.

“Kami ingin menjadikan lapangan Karang itu sebagai tempat olah raga yang rekreatif,” kata Heroe saat dihubungi kabarkota.com, Minggu (22/12/2019).

Baca Juga:  Pemerintahan Baru Diklaim Paling Pro Pengusaha

Sebab, lanjut Heroe, selain sebagai tempat olah raga bagi masyarakat Kotagede, lapangan tersebut sekaligus difungsikan sebagai RTH.

“Sekarang ini, Ruang Terbuka Hijau di Kota Yogyakarta baru sekitar 19 – 20% dari luas wilayah,” sebutnya.

Sementara Pegiat Olah Raga dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Mansur berpendapat bahwa fungsi utama lapangan Karang adalah untuk pengembangan ketrampilan generasi muda, terutama olahraga Sepakbola. Di samping itu juga sebagai pemeliharaan dan pengembangan kebugaran masyarakat, sarana bermain anak-anak, sarana pengembangan dan pelatihan kreativitas remaja, seperti pramuka, Hizbut Wathon, seni, drama, dan drum band, serta sarana pelatihan kebugaran lansia.

Baca Juga:  Rencana Pemberian Gaji Guru Honorer setara PNS Disambut Baik, dengan Catatan...

Oleh karenanya, Mansur berharap, agar pengembangan lapangan Karang tidak melenceng dari fungsi tersebut.

“Kuliner yang selama ini berkembang, jangan sampai menggeser fungsi utama sehingga diperlukan kajian mendalam penyusunan site plan,” anggapnya.

Menurutnya, berbagai fasilitas utama untuk pengembangan lapangan Karang yang diperlukan adalah lapangan sepak bola, meskipun ukurannya tidak standar. Jogging track yang terbuat dari gravel atau karet sintetik dengan lebar 2-3 meter dan panjang 300-400 meter juga diperlukan.

Di luar jogging track, kata Mansur, perlu juga dilengkapi fasilitas latihan kekuatan, seperti chining, dipping, pulldown, chest press, leg exercise, abdominal-back exercise permanen sebagaimana yang sudah terpasang, didukung dengan taman yang indah, ramah dan asri, rambu-rambu yang edukatif, design lighting yang aman dan menawan untuk olah raga malam, serta pos penjagaan, dan KM standar internasional.

Baca Juga:  Ini Cerita di Balik Bisnis Ojek bertarif Rp 2/meter di Yogya

“Buatlah dengan skema exelens supaya menjadi salah satu distinasi sport tourism,” saran Mansur. (Rep-02)