Lava bantal: wisata alam murah di Berbah

panorama di lava bantal Berbah (sutriyati/kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Sebagai salah satu destinasi wisata di DIY, Kabupaten Sleman memiliki beragam obyek wisata andalan. Termasuk, wisata alam yang tersebar di belasan kecamatan.

Umumnya, untuk bisa menikmati keelokan alam di obyek-obyek wisata itu, masyarakat tak harus mengeluarkan biaya mahal. Tak jarang, pengelola hanya menarik retribusi untuk biaya parkir kendaraan. Salah satunya, jika Anda berkunjung ke lava bantal di bantaran sungai Opak yang tepatnya di Dusun Watuadeg, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, DIY.

Lava bantal merupakan salah satu jenis wisata geoheritage di DIY yang diresmikan pada 30 Mei 2016 lalu. Berdasarkan data yang dihimpun kabarkota.com dari berbagai sumber, lava bantal terbentuk dari lelehan lava erupsi gunung berapi yang bersentuhan langsung dengan air laut sehingga menyebabkan bentukan mineralnya tidak terpilah dengan baik, melainkan berbentuk geometri mirip bantal. Karenanya, masyarakat sekitar menyebutnya sebagai lava bantal (pillow lava). Pembentukan lava bantal ini diperkirakan sejak 30 juta tahun lalu. Sekaligus disinyalir sebagai cikal bakal gunung api di Pulau Jawa.

Di lokasi ini, Anda akan disuguhi dengan panorama yang indah untuk memanjakan pandangan mata, atau selfie di sekitar tepian sungai. Pengelola juga membangun jembatan bambu yang menghubungkan antar tepi sungai. Uniknya, air sungai yang mengalir sebagian tampak kehijauan sehingga menambah manis pemandangan. Hanya saja, saat hujan, Anda harus lebih berhati-hati karena bebatuannya cukup licin.

Tak hanya itu, Anda juga bisa menikmati keindahan embung Tegaltirto yang terintegrasi dengan obyek wisata ini. Letaknya sekitar 500 meter sisi selatan lava bantal. 

embung tegaltirto

Embung tegaltirto (sutriyati/kabarkota.com)

Untuk mencapai lokasi tersebut, Anda bisa menyusuri jembatan dan jalan setapak yang telah dibangun khusus untuk pejalan kaki. Hamparan persawahan yang berada di sekitar jalan setapak itu seolah menghilangkan rasa lelah pengunjung yang berjalan menuju embung Tegaltirto.

jalan setapak menuju embung tegaltirtp

jalan setapak menuju embung tegaltirto dari lava bantal (sutriyati/kabarkota.com)

Meski pembangunannya belum sempurna, di sini, Anda juga bisa menyewa bebek air ataupun sepeda air seharga Rp 15 ribu untuk berkeliling embung. Di sekitar embung juga disediakan gazebo-gazebo untuk peristirahatan bagi pengunjung. 

Sementara, bagi masyarakat yang ingin mengadakan pertemuan, pengelola juga membangun sebuah pendopo yang bisa disewa di sekitar lava bantal.

Sayangnya, baik di lava bantal maupun di embung Tegaltirto belum dilengkapi dengan warung-warung kuliner, kecuali hanya penjual makanan ringan dan minuman yang hanya beberapa saja.

Untuk bisa menikmati keindahan alam di lava bantal, pengunjung hanya dikenai biaya parkir kendaraan, selebihnya tak dipungut biaya. (Rep-03/Ed-03)