Lezatnya Rendang Jamur ala Kebon Rojo Sleman

Rendang jamur ala Kebon Rojo Sleman (sutriyati/kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Rendang asal Indonesia menjadi salah satu makanan terenak di dunia. Makanan satu ini masih identik dengan menu andalan di rumah-rumah makan Padang.

Sayangnya, tak sedikit yang memilih untuk “menghindari” olahan daging rendang, bukan karena rasanya tapi lebih pada pertimbangan kesehatan. Sebab, sebagian orang meyakini bahwa makanan satu ini menjadi pemicu kolesterol yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Apalagi yang memang sudah memutuskan untuk menjadi vegetarian.

Namun, bagi yang memang sebenarnya suka makan rendang tapi tak ingin terganggu dengan masalah kolesterol yang berlebih, pun bagi vegetarian, bisa mencoba rendang ala rumah makan kebon Rojo di Sleman.

Pemilik Rumah Makan Kebon Rojo, Jaka Erwanta mengatakan, rendang di tempatnya berbeda dengan olahan rendang yang pada umumnya menggunakan bahan baku daging sapi. Di sini, rendang yang ditawarkan adalah rendang dari olahan jamur tiram yang lebih aman untuk dikonsumsi segala usia, termasuk juga para vegetarian.

“Prosesnya, jamur tiram kami olah dulu menyerupai daging, tanpa menggunakan MSG maupun bawang,” jelas Jaka saat ditemui kabarkota.com, di Kebon Rojo yang berlokasi di Jalan Pendowoharjo Sleman, Sabtu (21/9/2018).

Meskipun terbuat bukan dari daging asli, tapi rasanya tak kalah nikmat dengan daging rendang pada umumnya. Tak hanya rendang, “daging” dari jamur tiram ini juga diolah menjadi menu lain, seperti sate, tongseng, steak, dan soto. Sedangkan untuk satu porsi, dibandrol dengan harga yang masih relatif terjangkau, yakni kisaran Rp 20 ribu.

Jaka mengaku, untuk bisa menghasilkan resep rendang jamur yang ia klaim sebagai satu-satunya di Indonesia ini, pihaknya butuh waktu sekitar enam bulan, dan belajar hingga ke negeri vietnam dan Thailand.

Selain aneka olahan jamur tiram, lanjut Jaka, rumah makan yang dibuka sejak pertengahan tahun 2018 lalu ini, juga menyajikan berbagai jenis menu non vegetarian, seperti ingkung, dan beragam minuman tradisional. Diantaranya, wedang jahe, wedang serai, wedang bajigur, wedang tape, jamu-jamuan, teh, kopi, dan jus buah. Bermacam kudapan tradisional, seperti pisang goreng, dan tahu isi juga ditawarkan, dengan harga mulai Rp 4 ribu.

Menurut pria berusia 53 tahun ini, menu jamur sengaja dipilih, karena selain lebih aman untuk dikonsumsi semua kalangan, juga sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pola makan yang sehat, dengan tidak mengesampingkan citarasanya.

Oleh karena itu, di atas lahan seluas 1.700-an meter persegi ini, Jaka bersama istrinya, Nadia, juga berencana membuat pusat pelatihan budidaya jamur bagi masyarakat, yang nantinya diharapkan bisa menjadi mitra kerja, utamanya sebagai penyuplai bahan baku. Mengingat saat ini, pihaknya masih mendatangkan bahan baku dari luar daerah karena keterbatasan jamur tiram di DIY.

Sebagai penarik konsumen, Kebon Rojo yang buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 21.00 WIB ini juga membagikan kopi gratis bagi para pengunjungnya, selama bulan September 2018. Pihaknya juga melayani pesanan menu vegetarian, baik dalam bentuk fresh maupun frozen atau dibekukan. (sutriyati)