Lima Aset Tanah di Yogya Diduga Terkait Kasus Anas

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Tak terlihat tanda-tanda penyegelan atau penyitaan atas lima bidang tanah di kawasan Mantrijeron, Yogyakarta, dan Desa Panggungharjo, Bantul, Jumat (7/3) malam. Bahkan Kapolsek Mantrijeron, Kompol Sugiyanta, mengaku tidak mengetahui informasi akan dilakukan penyitaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lima bidang tanah yang dimaksud adalah dua bidang di Kelurahan Mantrijeron, Yogyakarta, dengan luas 7.670 m2 dan 200 m2, serta tiga bidang tanah di Desa Panggungharjo, Bantul.

Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi, lima bidang tanah tersebut bersama tanah dan bangunan di Jalan Selat Makassar C 9/22 di Duren Sawit, Jaktim, disita karena terkait dengan penyidikan dalam kasus dugaan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) dengan tersangka Anas Urbaningrum.

Baca Juga:  Ada Pesan Apa di Balik Pelukan Jokowi-Prabowo?

Dalam penelusuran kabarkota.com, di antara tanah yang disebut itu terletak tidak jauh dari Pondok Pesantren Putri Al Munawwir, Yogyakarta. Di area tanah kosong itu hanya ada ring basket. Dulunya masyarakat sekitar menduga bahwa di atas tanah tersebut akan dibangun pondok pesantren. Kenyataan sampai sekarang masih kosong.

Anas lahir pada 15 Juli 1969 di Blitar, Jawa Timur. Pada 10 Oktober 1999 menikah dengan Athiyyah Laila Attabik, putri KH Attabik Ali. Lima bidang tanah di Yogyakarta yang dimaksud KPK masing-masing atas nama Attabik Ali dan Dina Az (putri Attabik Ali).

Baca Juga:  Munir Mulkan Jadi Mendikbud di Kabinet Jokowi-JK?

Awalnya, Anas ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Hambalang. Belakangan ia juga menjadi tersangka untuk TPPU. Aset yang menurut Johan Budi telah disita KPK itu terkait dalam posisi Anas sebagai tersangka kasus TPPU.

“Terkait dengan penyidikan dalam kasus dugaan TPPU dengan tersangka AU, penyidik telah melakukan penyitaan aset di tiga lokasi,” jelas Johan Budi di Jakarta, Jumat.

Asset Anas di Duren Sawit, yang kini menjadi markas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), pernah digeledah penyidik KPK terkait kasus Hambalang dengan tersangka Teuku Bagus Mohammad Noor. Tempat itu bersebelahan dengan kediaman Anas dan keluarga. (tya)

Baca Juga:  KPK: Korupsi Dana Pendidikan Kian Marak

CHRISTIAN YANUAR