Lion Air Turunkan Tarif Tiket semua Jaringan

Ilustrasi (dok. kabarkota.com)

JAKARTA (kabarkota.com) –
Lion Air Group menurunkan harga jual tiket pesawat di seluruh jaringan. Penurunan harga tiket ini berlaku untuk rute penerbangan Lion Air, Wing Air, dan Batik Air.

Corporate Communication Strategic Lion Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, kebijakan ini berlaku untuk seluruh rute penerbangan, efektif 30 Maret 2019 atau Sabtu ini.

“Kalau penurunan tarifnya berbeda-beda sesuai rute, karena antarrute harganya juga berbeda-beda,” jelas Danang saat dihubungi kabarkota.com, Sabtu (30/3/2019).

Menurutnya, penurunan harga ini sekaligus untuk menjawab tantangan serta peluang dinamika bisnis ataupun pasar traveling, mengakomodir permintaan jasa penerbanga, sejalan dengan peningkatan aktivitas penerbangan.

Lion Air dan Wings Air, lanjut Danang, juga menawarkan konsep perjalanan semakin menyenangkan yang disesuaikan kebutuhan dengan mempersiapkan rencana perjalanan lebih awal bagi para traveller.

Sebelumnya, melalui laman dishub.go.id, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan telah menerbitkan dua aturan baru terkait tarif pesawat. Kedua aturan tersebut yaitu Peraturan Menteri Nomor PM 20 Tahun 2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 72 Tahun 2019 Tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Hengki Angkasawan menjelaskan, kedua aturan tersebut telah diundangkan pada 29 Maret 2019.

Loading...

Kedua aturan tersebut merupakan pembaruan dari PM 14 Tahun 2016 Tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan Dan Penetapan Tarif Batas Atas Dan Tarif Batas Bawah Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga berjadwal Dalam Negeri.

Pemisahan aturan ini sekaligus mempermudah pemerintah dalam melakukan evaluasi terhadap besaran tarif pesawat. Mengingat, dengan adanya dua aturan tersebut, maka Direktur Jenderal Perhubungan Udara dapat melakukan evaluasi terhadap besaran tarif secara berkala setiap tiga bulan; dan/atau sewaktu-waktu dalam hal terjadi perubahan signifikan yang mempengaruhi kelangsungan kegiatan badan usaha angkutan udara.

Sementara terkait tarif batas atas dan batas bawah, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono menjelaskan, di dalam aturan yang baru ini, tarif batas bawah ditetapkan sebesar 35% dari tarif batas atas. (Ed-03)