Maestro Wayang Golek Asep Sunandar Tampil di Google Doodle Hari Ini

Ilustrasi (google.com)

JAKARTA (kabarkota.com) – Saat anda membuka laman Google hari ini (3/9/2016), anda akan mendapati gambar tokoh pewayangan Semar dan Cepot, dua tokoh wayang yang biasa disajikan maestro wayang golek Asep Sunandar. Google menayangkan kedua tokoh pewayangan Semar dan Cepot, untuk memperingati hari ulang tahun Asep Sunandar Sunarya, yang lahir di Kampung Jelekong, Baleendah, Bandung pada 3 September 1995.

Asep meninggal dunia pada 31 Maret 2014 karena serangan jantung. Asep sempat menerima berbagai penghargaan diantaranya penghargaan Individu Peduli Tradisi. Kemudian menjadi juara Dalang Pinilih I tingkat Jawa Barat pada Binojakrama padalangan di Bandung tahun 1978.

Baca Juga:  Wapres Harapkan Seni untuk Kemanusiaan

Cepot adalah tokoh wayang paling terkenal yang di bawakan Asep Sunandar. Dalam Google Noodle hari ini, Cepot digambarkan sebagai tokoh berkulit merah. Semasa hidupnya, Asep Sunandar sering memakai tokoh Cepot untuk bermacam-macam lakon yang didalanginya. Cepot hadir sebagai tokoh yang memberikan hiburan sekaligus nasihat-nasihat.

Asep sempat memodifikasi wayang golek karyanya.. Selain cerita, Asep juga pernah memodifikasi wayang golek raksasa (buta) dengan kepalanya yang bisa terburai saat terkena hantaman gada, Cepot yang dapat mengangguk, dan Arjuna dengan panahnya.

Baca Juga:  5 Manfaat Mengajarkan Bela Diri pada Anak Sejak Dini

Tahun 1994, Asep pernah membuat pementasan di luar negeri, seperti di Negara Inggris, Belanda, Swiss, Perancis, dan  Belgia. Kemudian tahun 1995, Asep memperoleh penghargaan berupa Satya Lencana Kebudayaan dari Presiden Soeharto.

Selain prestasinya dalam mendalang, pada tahun 1993, Asep Sunandar juga pernah memberikan sumbangsihnya dalam pendidikan denggan menjadi dosen luar biasa di Institut International De La Marionnette, Charlevile, Perancis. Asep mengajar selama dua bulan dan dianugerahi gelar profesor oleh masyarakat akademis Perancis. (Kompas.com/Ed-04)

Baca Juga:  Selain Siyono, ISAC Minta PP Muhammadiyah dan Komnas HAM juga advokasi 2 Korban Densus 88