Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi Curhat Pasien

Aplikasi pasienia karya mahasiswa UGM yang bisa diunduh dari Android (sutriyati/kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Empat Mahasiswa UGM, baru-baru ini berhasil menciptakan aplikasi curhat pasien yang dinamai Pasienia. Tak tanggung-tanggung, aplikasi karya Fadli Wilihandarwo (FK), Haidar Ali Ismail (FMIPA) dan Dimas Ragil Mumpuni serta Rusmawati Harya Megasari (FEB) tersebut berhasil masuk dalam Top 33 Mobile Apps 2016 Karya Anak Bangsa pilihan Good News from Indonesia.

Aplikasi yang lahir dari ajang Innovative Academy UGM ini terpilih karena popularitasnya yang cukup tinggi di Google Play Store khususnya dalam kategori kesehatan (health).

CEO Pasienia, Fadli Wilihandarwo menjelaskan, Pasienia merupakan aplikasi berbasis android yang menghubungkan antar pasien dan keluarga untuk berbagi pengetahuan dan informasi terkait penyakit yang tengah dideritanya.

Melalui media sosial ini, lanjut Fadli, pasien bisa saling curhat dan memberikan semangat satu sama lain.

“Saat ini pasienia telah memiliki lebih dari 5.200user. Selain itu, telah ada sekitar 1.500 interaksi antara user yang saling berkomunikasi melalui aplikasi ini,” kata Fadli seperti dilansir laman UGM, Rabu (6/4/2016).

Selama ini, ungkap Fadli, Indonesia sempat tercatat sebagai negara dengan pengunduh aplikasi terbanyak dunia. Sementara itu, Amerika Serikat dan China merupakan negara tertinggi yang memiliki unduhan aplikasi terbanyak. Di sisi lain, 8 persen dari total unduhan aplikasi dunia berasal dari Indonesia. Bahkan, pada tahun 2018 Indonesia diprediksi memiliki lebih dari 100 juta pengguna smartphone terbesar ke-4 dunia setelah China, India, dan AS.

“Sayangnya, sebagian besar mobile apps buatan Indonesia belum menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” sesalnya.

Ditambahkan Fadli, saat ini pihaknya tengah berupaya mengembangkan fitur baru special promotion yang memungkinkan pasien untuk membeli obat secara online dan mendapatkan potongan harga hingga 20 persen.

“Bulan ini kami akan merilis fitur special promotion semacam apotek online untuk memudahkan pasien dalam memperoleh obat,” tutur Fadli.

Tidak hanya itu, dalam waktu dekat, mereka juga berencana merilis aplikasi pasienia dalam versi web.serta versi global.

“Bulan Mei ini kami akan mengembangkan pasienia dengan target pasar internasional. Targetnya tahun ini bisa segera diluncurkan sehingga  manfaat pasienia bisa dirasakan oleh masyarakat dunia,” terangnya.

Aplikasi ini tidak hanya berhasil masuk top 33 mobile apps karya anak bangsa. Pasienia juga berhasil masuk peringkat atas  Google Play Store yaitu berada di urutan ke-4 top free pada kategori health. (Rep-03/Ed-03)