Mahasiswa UMY Ciptakan Alat Peringatan Air pada Pompa Berbasis Tenaga Matahari

Ilustrasi (blog.umy.ac.id)

BANTUL (kabarkota.com) – Lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), baru-baru ini berhasil menciptakan prototype alat peringatan air pada pompa yang dinamai Kotak Pemantau dan Peringatan Air berbasis Solar-Cell (Kopertis SC). Alat tersebut berfungsi untuk memberikan peringatan dini pada pengguna pompa air manual yang lupa mematikan pompa hingga menyebabkan air meluber.

Kelima mahasiswa jurusan Teknik Elektro UMY itu adalah Nisfi Nurlailatul, Sri Indah Lestari, Wahyu Sari A., Febri Arfianto, dan Dany Dwi Jaka.

Salah satu mahasiswa Sri Indah menjelaskan, pemilihan Kopertis SC yang digunakan pada pompa manual itu karena selama ini masyarakat lebih banyak tertarik menggunakan pompa manual dibanding pompa otomatis.

“Sebelumnya kami sudah melakukan survey dengan memberikan questioner kepada masyarakat. Hasilnya, banyak masyarakat yang mengeluh atas penggunaan pompa otomatis, dan banyak yang lebih memilih menggunakan pompa manual. Alasannya karena pompa otomatis lebih sering rusak, disebabkan sistem on/off yang tidak teratur sehingga pompa lebih cepat panas, dan menyebabkan daya yang digunakan relatif besar. Pompa air dayanya besar, tapi alat otomatisnya berdaya kecil, sehingga pompa otomatis menjadi cepat rusak,” jelas Sri Indah seperti dikutip laman UMY.

Baca Juga:  UU tax amnesty digugat

Sementara mahasiswa lainnya, Nisfi Nurlailatul mengatakan, cara kerja alat ini, Kopertis SC akan mengirimkan SMS kepada pengguna pompa air manual berisi besarnya volume air sehingga dapat menghindari kebocoran pipa. Selain itu juga akan dipasang alarm pada alat tersebut yang akan berbunyi secara otomatis ketika pompa air manual lupa dimatikan.

“Jadi dengan kopertis SC ini, pengguna bisa tahu seberapa banyak volume penggunaan air, supaya pengguna bisa melakukan sinkronisasi data antara penggunaan air dengan tagihan PDAM,” ujarnya.

Baca Juga:  Jadi Menko Polhukam, ini Status Mahfud MD di UII Yogya

Kelima mahasiswa yang tergabung dalam satu tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karsa Cipta tersebut mengungkapkan bahwa prototype sudah diujikan dalam skala kecil.

Dalam sistem Kopertis SC sendiri disebutkan menggunakan micro-controller yang membutuhkan SIM modul yang berfungsi untuk mengirim SMS kepada pengguna pompa.

“Di SIM modul itu di-setting isi pesan dan nomor yang dituju untuk mendeteksi air di tandon bila sudah habis atau penuh. Kopertis SC juga menggunakan sensor ping atau sensor ultrasonik. Sensor tersebut berguna memberikan peringatan pada minimal ketinggian air 5 cm dan maksimal 15 cm dari total ketinggian tandon prototype 20 cm. Jadi ketika ketinggian air mencapai lebih dari 15cm atau kurang dari 5 cm, buzzer akan berbunyi,” jelas Wahyu Sari.

Baca Juga:  Ketika Rencana Pelepasan 10 Ton ikan Lele di Selokan Mataram Dipertanyakan

Prorotype Kopertis SC sendiri berbentuk kotak kecil seukuran kotak susu dan untuk menggunakannya perlu dipasang di atas dan di samping tandon air. Kopertis SC sendiri memiliki kelebihan yakni menggunakan sumber solar atau tenaga matahari.

“Meskipun menggunakan sumber tenaga matahari, alat ini dapat di-setting jika ingin menggunakan sumber dari PLN. Jadi alat ini bisa menggunakan dua sumber tenaga yang dapat diubah-ubah,” imbuhnya. (Rep-03/Ed-03)