Maksud di Balik Aksi Supporter PSS di Sleman City Hall

Puluhan massa suporter PSS Sleman berada di SCH, Minggu (7/1/2019). (dok. kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Puluhan orang yang berpakaian hitam dan sebagian menggunakan masker penutup muka sempat membuat panik pengunjung Sleman City Hall (SCH), pada Minggu (6/1/2018) siang. Pasalnya, mereka memasuki area mall sembari menyanyikan yel-yel yang menggema hingga ke seluruh ruangan pusat perbelanjaan tersebut.

Belakangan diketahui, kedatangan mereka ternyata ingin menemui CEO PT Putra Sleman Sembada (PSS), Soekeno, yang juga Dirut di SCH. Maksud tersebut tetungkap, saat General Manager SCH menemui perwakilan supporter.

Pada intinya, mereka ingin mempertanyakan alasan Soekeno mengangkat Retno Sukmawati sebagai manajer baru PSS, yang sebelumnya dijabat oleh Sismantoro.Padahal, menurut mereka, selama ini rekam jejak dan prestasi manajer lama sudah terbukti memiliki jam terbang tinggi, dan membawa PSS “naik kelas”, dengan masuk ke Liga I pada 2019 ini.

“Bu Retno tidak ada pengalaman sama sekali, baik di Liga Nusantara maupun Liga 2, kok tiba-tiba langsung menjadi manajer di Liga 1. Istilahnya kan ada apa di situ?,” sesal salah satu supporter yang tak mau disebut namanya.

Sementara ditemui terpisah, Soekeno membantah anggapan bahwa Retno tak memiliki pengalaman di PSS. Menurutnya, sebagai istri dari almarhum Supardjiono yang juga salah satu pendiri PSS, Retno justru paling tahu tentang klub sepak bola yang menjadi kebanggaan warga Sleman ini, sejak awal.

Keno berdalih, sebelum menunjuk Retno, pihaknya telah menawarkan kepada Sismantoro posisi di direksi, karena PT PSS kekurangan orang. Namun tak bersedia, karena ingin fokus membantu memenangkan putrinya yang tengah maju menjadi Calon Legislatif (Caleg).

“Kami butuh orang yang lebih profesional dan luwes, karena ini tingkatnya tinggi,” kata Keno kepada wartawan.

Sementara Retno, lanjut Keno, menyatakan sanggup untuk memegang jabatan tersebut. Pihaknya juga akan memberikan pendamping yang kuat, dan mumpuni di bidang persepakbolaan. Sehingga tak ada salahnya memberikan kesempatan kepada perempuan yang juga ingin membesarkan PSS. (Rep-01)