Mancing Geerrsama di Selokan Mataram, Seperti ini Situasinya

Situasi di selokan Mataram titik Beluran, Mlati, Sleman, Minggu (9/9/2018) pagi. (sutriyati/kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Jalanan di sejumlah titik di sepanjang selokan Mataram di Sleman, DIY, sejak Minggu (9/9/2018) pagi hingga siang hari, dipadati oleh kendaraan bermotor hingga hampir macet. Bahkan ada sebagian arus lalu-lintas yang dialihkan oleh warga setempat, sehingga para pengemudi kendaraan yang akan melintas terpaksa harus melewati jalur alternatif ataupun putar balik.

Sebagian warga yang berdatangan ke selokan Mataram tersebut, serbagian tampak asyik dengan pancingnya. Sebagian lainnya masih mencari-cari lokasi untuk memancing. Sementara, sisanya sekedar menjadi penonton.

Seperti diketahui bahwa Relawan Jokowi – Ma’ruf Amin untuk Kemulian Indonesia (Rejomulia), pada 9 September 2018 atau hari ini, menggelar mancing Gratis Geerrsama dengan menebar sekitar 10 ton ikan lele, di 14 titik sepanjang Selokan Mataram Yogyakarta.

Sedangkan di panggung utama yang berada di sisi utara fakultas Kehutanan UGM, tampak riuh oleh panitia kegiatan, tamu undangan, relawan pemenangan Jokowi-Makruf, termasuk para tokoh pendukungnya, baik dari tingkat pusat maupun DIY.

Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Maman Immanulhaq mengatakan, kegiatan kali ini merupakan kreasi dan inisiasi dari para relawan Jokowi-Ma’ruf di DIY. Sebagaimana juga yang dilakukan para relawan di daerah-daerah lain, dengan berbagai kreativitasnya masing-masing.

“Acara kali ini tidak ada simbol-simbol, nomor, nama (bakal pasangan calon Presiden-Wakil Presiden), karena lebih pada sosialisasi kepada publik bahwa kita akan memasuki tahun politik, sehingga harus disambut dengan kegembiraan dan kebersamaan,” jelas Maman kepada kabarkota.com, saat ditanya terkait anggapan “mencuri start” kampanye.

Dari pantauan kabarkota.com, di sejumlah titik terpasang spanduk Mancing Gratis Geerrsama yang disertai gambar dan nama beberapa tokoh, seperti Jokowi – Ma’ruf Amin yang notabene sebagai pasangan bakal calon Presiden – Wakil Presiden, dan Chang Wendryarto yang maju sebagai bakal calon anggota Parlemen dari perwakilan DIY, meskipun tidak ada penyertaan no urut. Mengingat, saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menetapkan secara resmi para calon yang akan maju dalam kontestasi Pemilu 2019 mendatang.

Sebelumnya, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman, M. Abdul Karim Mustofa juga telah ‘mewanti-wanti’ panitia penyelenggara agar tak memasang ataupun memakai atribut-atribut yang mengarah pada kampanye politik, sebab belum masanya.

“Kami secara persuasif meminta mereka untuk tidak menggunakan, memakai dan melepaskan (alat peraga kampanye),” ucap Karim, 6 September 2018.

Pada kesempatan berbeda, Koordinator Mancing Gratis Geerrsama, Widihasto Wasana Putra juga menyatakan pihaknya sangat memahami peraturan tersebut.

“Saya dulu pernah jadi Panwas Pemilu. Sesuatu hal dikatakan kampanye jika memenuhi sedikitnya 3 unsur, ajakan memilih, penyampaian visi misi calon, dan ada alat peraga kampanye. Sejauh tidak terpenuhi 3 unsur ini bukan suatu pelanggaran,” ujarnya.

Memancing sebagai “alat’ Membangun Kebersamaan

Bagi warga Puro Pakualaman Yogyakarta, Agus yang turut menjadi peserta mancing gratis di sisi utara Fakultas Kehutanan UGM, kegiatan kali ini selain sebagai penyaluran hobi, juga bisa menjadi ajang untuk menjalin kebersamaan.

“Saya senang, karena bisa mancing bersama-sama,” ucapnya.

Sementara Ketua Relawan Jokowi – Ma’ruf dari Bravo 5 DIY, Rumekso Setiadi yang baru saja dilantik pada kesempatan tersebut, membeberkan alasan pemilihan selokan Mataram sebagai lokasi pemancingan. Menurutnya, selokan mataram merupakan hasil karya Sri Sultan Hamengku Buwono IX, yang menjadi lumbung pengairan bagi pertanian rakyat di Yogyakarta. (sutriyati)