Banyak Permasalahan Guru di Indonesia, Pemerintah Diminta Melakukan Ini

Ilustrasi (Sutriyati/kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Sejak Indonesia merdeka, masalah pendidikan belum kunjung menemukan titik temu agar dapat terdistribusi secara merata. Kesenjangan kualitas pendidikan di Indonesia bagian barat dan timur sangat kentara.Termasuk halnya tenaga pengajar atau guru.

Pengamat pendidikan sekaligus Dosen di Jurusan Filsafat dan Sosiologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Arif Rahman menuturkan, pemerintah semestinya melakukan perbaikan, terutama permasalahan guru ini.

Selain masalah infrastruktur, kata Arif, ketidakmerataan distribusi guru menjadi salah satu penyebab terjadinya kesenjangan pendidikan. “Penempatan masih kurang adil dan merata,” kata Arif kepada kabarkota.com melalui sambungan telepon.

Ia menjelaskan, persoalan lain selain ketidakmerataan yang terjadi saat ini adalah masalah kultural; perubahan pengajaran model lama ke yang baru. “Guru harus lebih peduli, care, dan inovatif,” ujarnya.

Disamping itu, ia melanjutkan, masalah guru yang belum lama terjadi ialah dikaitkan dengan aktivitas politik. Ia mencontohkan, dalam masa kampanye pemilihan presiden lalu, ‘kampanye di sekolah’ dilakukan salah satu pasangan calon presiden-wakil presiden melalui partai pendukungnya. Sang pimpinan partai mengirim surat imbauan ditujukan kepada para guru di sekolah untuk memilih calon presiden-wakil presiden yang ia dukung.

“Hadiahnya bisa menjadi kepala dinas atau kepala bidang. Itu kepentingan politis. Tidak boleh masuk dalam dunia pendidikan,” kata dia.

Ia menegaskan, rasio kuota guru dan siswa pun mempengaruhi perkembangan pendidikan di Indonesia. Pihaknya meminta pemerintah pusat agar melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi hingga merampungkan permasalahan tersebut.

“Jangan sampai dibiarkan berimbas negatif pada mutu guru dan anak didik,” ungkapnya. (Ahmad M/ Farid)