Masker di Kota Yogya Langka, Harga Naik hingga 300%

Apoteker di Apotek XP di Jalan HOS Cokroaminoto Yogyakarta, Rina Yuniartanti menunjukkan kemasan masker yang harganya melonjak. (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Kelangkaan stok masker di apotek-apotek kota Yogyakarta membuat harga jual ke masyarakat menjadi melonjak drastis.

Salah satu apoteker di Apotek XP Jalan HOS Cokroaminito Yogyakarta, Rina Yuniartanti mengaku, sejak dua minggu terakhir, pasokan masker dari distributor sangat dibatasi. Jika biasanya bisa mendapatkan stok sedikitnya 40 box per bulan, sekarang hanya mendapatkan 4 bungkus masker kemasan plastik.

Baca Juga:  Antisipasi Bencana di Musim Hujan, Ini Saran Anggota Dewan DIY

“Harganya ini dulu Rp 5.000 sekarang menjadi Rp.15.000 per plastik,” kata Rina kepada kabarkota.com, sembari menunjukkan masker kemasan di apoteknya, Senin (17/2/2020).

Sedangkan harga masker per box yang sebelumnya sekitar Rp 33.000 saat belum terlalu langka harganya sudah mencapai Rp 150.000.

Akibat langka dan mahalnya harga masker, lanjut Rina, penjualan di apoteknya mengalami penurunan sekitar 10%. Tak hanya itu, masyarakat juga banyak yang kesulitan mendapatkan masker yang biasa mereka pakai sehari-hari.

Baca Juga:  Pengamat: Dana Kompensasi BBM Berpotensi Munculkan Masalah Baru

Rina menduga, kelangkaan masker itu tak lepas dari wabah virus corona di Wuhan. Pasalnya, banyak stok masker yang dikirim ke China dan Hong Kong sehingga pasar dalam Negeri justru mengalami kelangkaan. Pihaknya memperkirakan, kelangkaan masih akan terjadi dalam 1-2 bulan ke depan.

Sementara apoteker di Apotek Hayam Wuruk Yogyakarta, Rizqi Reza mengungkapkan, sejak sebulan terakhir, tidak ada pasokan masker dari pusat.

“Ada masyarakat yang sempat memesan masker kepada kami, tapi kami tidak bisa memastikan kapan stoknya akan datang,” sesalnya.

Baca Juga:  DPRD: Tidak Ada Perpanjangan Masa Jabatan KPID

Namun Rizqi menegaskan, meskipun terjadi kelangkaaan, harga jual masker di apotek berjejaring tersebut sebenarnya masih normal, yakni kisaran Rp 1.000 per lembar, dan Rp 33.000 per box. Hanya saja, sampai dengan saat ini tak ada stok sama sekali untuk dijual. (Rep-01)