Max Lane: Kemenangan Jokowi sebabkan Pertarungan Ideologis Lebih Kuat

Suasana Bedah Buku Unfinished Nation di Auditorium Fakultas Filsafat UGM, Rabu (3/12). (Sutriyati/kabarkota.com)
SLEMAN (kabarkota.com) – Penulis buku Unfinished Nation, Max Lane menganggap, kemenangan Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2014 lalu, akan memaksa munculnya pertarungan ideologis yang lebih kuat.
Menurut Lane, pada saat Pilpres lalu, banyak aktivis yang sangat mendukung Jokowi, dengan harapan dapat membawa perubahan bagi Indonesia.
Namun, dalam perjalannya, menurut Dosen dari Univesitas Victoria Australia ini menyatakan bahwa figur saja tidak cukup, sementara selama ini Indonesia dianggap belum mampu menyelesaikan revolusi maupun pembangunan karakter bangsa.
Baca Juga:  Pukat UGM: UU Pilkada Picu Tindakan Korupsi
"Apakah Indonesia akan bisa menyelesaikan nation building selama strukturnya masih seperti sekarang?", kata Lane dalam Ceramah Ilmiah sekaligus Bedah Buku Unfinished Nation di Auditorium Fakultas Filsafat UGM, Rabu (3/12).
Ia berpendapat bahwa kemenangan Jokowi kali ini akan membuka kesadaran bahwa figur saja tidak cukup untuk melakukan perubahan bagi 250 juta orang.
"Bahkan blusukan pun tidak akan membawa perubahan besar," anggapnya. Sebab, yang terpenting justru perubahan struktur politik sosial.
Baca Juga:  Kemensos Gelontorkan Rp 2,1 M
Oleh karenanya, ada dua hal yang menjadi kunci mendesak untuk memperbaiki situasi, meski pun Lane juga menganggap itu bukan menjadi solusi.
Pertama, sebut dia, penghentian konsentrasi kekayaan pada segelintir orang di negeri ini. "Itu harus distop dan diturunkan dengan pajak yang kemudian digunakan untuk subsidi," ujarnya. Sebab, Lane mensinyalir, selama ini beban subsidi membebani, karena pemerintah tidak berani menaikkan pajak.
Baca Juga:  8 Obyek Wisata yang Romantis di Yogyakarta
Kedua, menurut Lane, terkait dengan masalah demokrasi. Warga Australia yang fasih berbahasa Indonesia ini menyayangkan masih adanya sikap represif pemerintah terhadap gerakan-gerakan mahasiswa. Padahal, bangkitnya gerakan perubahan telah berhasil menjadi pelopor melawan pemerintah otoriter Soeharto.
SUTRIYATI