Menag Minta Pendakwah tak Provokatif

Menag, Lukman Hakim Saifuddin (kemenag.go.id)

MEDAN (kabarkota.com) – Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin meminta afar para pendakwah atau dai tidak provokatif dalam menyampaikan dakwahnya. Melainkan dakwah yang mencerahkan bagi umat.

Menurutnya, dakwah provokatif itu dakwah yang menyatakan pandangan-pandangannya saja yang paling benar, menjelek-jelekkan dan seterusnya. 

“Inilah bentuk-bentuk dakwah yang harus kita hindari karena dakwah-dakwah seperti itulah yang menyebabkan Islam di Indonesia ini selalu disibukkan dengan hal-hal yang tidak produktif,” kata Menag di Medan, sebagaimana dikutip laman resmi Kemenag, Sabtu (16/1/2016).

Baca Juga:  Peringati 21 Tahun Kematian Wartawan Udin, K@MU Desak Jokowi Bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta

Untuk itu Menag berharap agar para pengurus masjid benar-benar selektif dalam memilih dai, muballigh, maupun khatib. Mengingat, saat ini umat Islam memiliki tempat-tempat ibadah yang relatif longgar sehingga memudahkan masuknya  orang-orang yang tak dikenali latar belakangnya menjadi penceramah yang bisa jadi jutru ajarannya bertolak belakang dengan esensi Islam. 

Selain itu, pihaknya juga meminta agar umat Islam bersikap arif dan bijaksana dalam menghadapi fenomena seperti ada sandal yang ada lafdzu djalalah, dan terompet yang menggunakan cover Al-Qur’an. Sebab, lanjutnya, bisa jadi ada pihak-pihak yang sengaja ingin membenturkan Islam, dengan membuat umatnya marah dan berujung pada tindakan anarkis. (Rep-03/Ed-03)