Meneladani Tiga Tokoh HMI di Era Generasi Sekarang

Diskusi “Meneladani Kepahlawanan Prof Lefran Pane, AR Baswedan, dan Mr. Kasman Singodimedjo untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045, di FH UII Yogyakarta, Sabtu (17/11/2018). (Dok. Kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Lahirnya Indonesia ini tak lepas dari perjuangan para pahlawan nasional. Dan tokoh-tokoh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berperan besar dalam ikut memperjuangkan dan membangun bangsa ini.

Lafran Pane, Abdul Rahman (AR) Baswedan, dan Kasman Singodimedjo adalah tiga dari sekian tokoh HMI yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa ini, sehingga kiprahnya patut diteladani oleh masyarakat, termasuk generasi sekarang.

Lefran Pane sebagai salah satu tokoh pendiri HMI, pada 6 November 2017 lalu dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden RI, Joko Widodo, melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 115/TK/Tahun 2017.

Sedangkan AR Baswedan, selain pernah menjadi ketua umum HMI dan juga dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2018 lalu, pada masa pemerintahan Sukarno juga ditunjuk sebagai Wakil Menteri Muda Penerangan di Kabinet Sjahrir.

Kemudian, Kasman Singodimedjo selain tokoh HMI, ia juga mantan mantan Menteri Muda Kehakiman pada Kabinet Amir Sjarifuddin II, dan Jaksa Agung periode 1945 – 1946.

Mantan Ketua HMI Cabang Yogyakarta, Zulkifli Halim berpendapat bahwa keteladanan AR Baswedan sangat layak dijadikan mentor bagi generasi muda.

“Generasi muda sekarang harus dikelilingi oleh mentor-mentor kelas Pahlawan Nasional,” kata Zulkifli dalam Diskusi “Meneladani Kepahlawanan Prof Lefran Pane, AR Baswedan, dan Mr. Kasman Singodimedjo untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045, di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) Yogyakarta, Sabtu (17/11/2018).

Menurutnya, jika dulu kepahlawanan didominasi oleh pejuang bersenjata, sekarang dengan perjuangan diplomasi, sebab Negeri ini dibanguna dengan dua perjuangan tersebut.

Dosen Fakultas Hukum UII Yogyakarta, Fatiyah Thalib memaparkan tentang sosok AR Baswedan sebagai sosok yang pluralis serta nasionalis. Pluralis karena semasa hidupnya banyak bergaul dengan kalangan Tiong Hoa dan turut membela pergantian nama orang-orang Cina menjadi nama-nama Indonesia atau pun Jawa.

“Beliau juga pemersatu kaum Arab atau peranakan di Indonesia,” ungkap Fatiyah yang juga menjadi salah satu pengusul gelar Pahlawan Nasional untuk AR Baswedan.

AR Baswedan Diusulkan sebagai Nama Jalan di Yogyakarta

Koordinator Presidium Korps Alumni HMI (KAHMI) DIY, Khamim Zarkasih Putro dalam sambutannya menganggap perlu adanya jalan AR. Baswedan di sekitaran Kota Yogyakarta, sebagai bentuk penghormatan sebagai Pahlawan Nasional dari Yogyakarta.

“Beliau ini tokoh pluralis dari Yogyakarta. Kami mengusulkan agar jalan sekitar Dagen diganti dengan jalan AR Baswedan, karena kebetulan dulu kantor HMI cabang Yogyakarta ada di Dagen, dan AR Baswedan sering berada di sana,” kata Khamim.

Pihaknya juga berpesan, agar generasi muda khususnya intelektual muslim bisa memahami sejarah bangsa ini. (Rep-02)