Mengapa Orang Ingin Kembali ke Tanah Suci?

Oleh: Iwan Satriawan (Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

Kita banyak mendengar pernyataan bahwa setiap orang yang kembali dari tanah suci, biasanya mereka ingin kembali lagi. Bahkan ada yang berkali-kali ke tanah suci untuk berhaji atau umrah. Apa sebenarnya yang membuat mereka ingin kembali? Jawabannya mungkin tidak satu dan bisa berbeda-beda. Izinkan saya berbagi cerita untuk menjawab pertanyaan di atas.

Mininal ada beberapa alasan yang membuat alumni haji dan umrah ingin kembali. Pertama, lautan manusia yang thawaf berkeliling setiap hari merupakan bukti bahwa manusia pada hakekatnya memerlukan Tuhan, Allah azza wajalla. Manusia yang thawaf itu seperti tidak berdaya dan karena itu sy sering melihat mereka menangis dan berdoa sepanjang thawaf. Jika manusia hebat tentu tidak perlu merintih meminta pertolongan Allah.

Kedua, berada di Mekah seperti memperbaharui lagi spirit tauhid yang mungkin sudah ” low battery” kata orang. Kalimat talbiyah “labbaikallah humma labbaik….” adalah ekspresi memenuhi panggilan tauhid. Jika tidak yakin dengan ke-Esaan dan Kekuasaan Allah tidak mungkin manusia mau menghabiskan biaya yang besar, waktu dan tenaga ke tempat yang jauh dari negara mereka. Bahkan sebagiannya orang-orang sudah renta dan dengan fisik yang tidak sempurna. Oleh karena itu, tidak heran kita menitikkkan air mata ketika harus meninggalkan kota Mekah.

Ketiga, ziarah ke Madinah lebih kental nuansa menghayati perjuangan Rasulullah dan sahabat. Di Madinah kita seakan diajak merekam dan merenungi jejak perjuangan Rasulullah Muhammad. Perasaan haru pasti akan muncul ketika mulai berjalan dari Mekah ke Medinah. Sepanjang jalan yang terjampat hanya pasir dan batu. Bisa dibayangkan bagaimana kuatnya Nabi dan para sahabat berjalan berhari-hari di tengah hamparan padang pasir yang panas di siang hari dan dingin di malam hari. Ketaatan kepada perintah Allah lebih mereka daripada harta yang harus mereka tinggalkan di Mekah.

Shalat di Masjid Quba, Masjid Nabawiyah, berebut shalat di Raudhah, tempat yang spesial di Masjid Nabawiyah dan berjalan melewati makam Rasulullah sungguh pengalaman yang susah diungkapkan dengan kata-kata. Yang saya alami dan lihat adalah banyak yang terhenyak dan menitikkan air mata. Betapa mulianya Rasulullah SAW sehingga manusia dari penjuru dunia datang dan melantunkan shalawat kepadanya.

Dua hari sebelum meninggalkan kota Madinah, ketika shalat shubuh di masjid Nabi mulai terasa gemuruh haru akan kehilangan momen berharga di tanah tempat Rasul berjuang dan dimakamkan. Shalawat untukMu ya Rasulullah! Ya Allah jadikanlah kami barisan pejuang pelanjut Risalah Rasul- Mu yang mulia.

Madinah, 3 Maret 2017