Mengkhawatirkan, Dampak Bullying di Kalangan Remaja

Ilustrasi

SLEMAN  – Dokter Spesialis Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UGM, Djauhari Ismail mengatakan bullying yang terjadi di kalangan remaja berpotensi mengganggu proses tumbuh kembang pada diri seseorang. “Hal ini harus ditangani serius,” kata  Djauhari di Fakultas Kedokteran UGM, di Sleman.

Bullying merupakan perilaku agresif dengan ciri melakukan kekerasan secara berulang, bisa dalam bentuk berupa kekerasan fisik, sosial, dan verbal. Hal ini biasa terjadi pada remaja usia sekolah.

Baca Juga:  Siswa Disabilitas peserta UN di MTsLB Yogya Kesulitan Baca Soal

Menurutnya, dalam masa tumbuh-kembang, remaja mengalami perubahan kemampuan kognitif dan mengalami perubahan psikososial, yakni terjadinya konflik pencarian jati diri. “Bila proses pencarian jati diri gagal, remaja mulai meragukan peranan dan fungsi dirinya di tengah masyarakat. Jika berhasil, remaja mampu menyesuaikan diri, diterima, simpati, bekerjasama, mudah akrab, dan disiplin,” katanya.

Dokter rumah sakit jiwa (RSJ) Soerojo Magelang, Ratna Dewi menambahkan, untuk mencegah tindakan bullying terjadi perlu keterlibatan langsung pihak keluarga dan sekolah. “Karena memiliki dampak psikiatrik yang banyak, emosi, fisik, akademik, kepercayaan diri, perilaku koban, psikotik, dan dampak terburuknya adalah bunuh diri,” katanya. (Tria/UGM)