Menjaga Semangat Kebangsaan (3)

Oleh: Iwan Satriawan, pengamat Hukum Tata Negara

Salam duka patut dikirimkan kepada korban bom di Samarinda. Semoga Tuhan mengampuni kita semua dan para keluarga korban diberi kesabaran. Penggunaan kekerasan merupakan aksi yang tidak sejalan dengan prinsip demokrasi karena sejatinya demokrasi-melalui pemilu- adalah cara berkompetisi secara damai tanpa kekerasan. Tulisan ini menggunakan pendekatan bahwa demokrasi konstitusional–setidaknya sampai ini masih disepakati sebagai konsensus politik warga negara Indonesia sebagaimana tertuang dalam UUD 1945.

Para pakar berpendapat bahwa sebuah negara dianggap berhasil dalam proses konsolidasi jika, salah satunya, para aktor politik yang terlibat bersepakat untuk menggunakan mekanisme bahwa “democracy is the only game in town”. Para aktor politik memiliki komitmen untuk mengelola negara sesuai dengan prinsip demokrasi konstitusional berdasarkan “rule of law”. Walau sistem hukum itu belum sempurna –dan mungkin tidak akan sempurna–kekerasan bukanlah solusi dalam menyelesaikan masalah kenegaraan, Kekerasan hanya akan meninggalkan luka dan dendam berkepanjangan. Oleh karena itu semua pihak harus bisa menahan diri sampai titik maksimal.

Baca Juga:  Menjaga Semangat Kebangsaan (1)

Bangsa Indonesia sedang mengalami ujiian yang besar dalam proses konsolidasi demokrasi agar demokrasi yang sudah susah diperjuangkan ini tidak berakhir nestapa, menjadi negara gagal dan bisa berujung pada terjadinya instabilitas poliitik. Kegagalan dalam mengelola konflik sosial dapat berujung pada social chaos yang terbukti dalam sejarah dunia bisa menghancurkan negara super power seperti Uni Sovyet, Yugoslavia dan beberapa negara Balkan lainnya.

Baca Juga:  Amien Rais Harapkan Kubu Prabowo Tetap Oposisi

Pengalaman negara-negara Amerika Latin dan negara-negara arab juga menunjukkan bahwa merawat semangat kebangsaan itu tidak mudah. Dalam praktiknya, kegagalan para aktor politik di negara-negara tersebut dalam membuat konsensus berakhir pada konflik yang berkepanjangan. Oleh karena itu, kematangan para aktor politik di Indonesia sangat diperlukan dalam memoderasi sikap dan pandangan warga negara yang majemuk ini agar negara ini tetap bisa bertahan.

Baca Juga:  Mengatasi Krisis Ekonomi (Bagian-1)

Persoalan yang sedang dihadapi saat ini adalah sebagian para pemimpin politiik negara yang ada. Respon politik pemimpin kadang terlambat dan mereka belum mampu mengelola konflik negara ini dengan baik. Bahkan parpol yang diharapkan melahirkan para pemimpin sekaligus negarawan juga mengalami perpecahan, yang membuat parpol tersebut semakin tidak populer. Mereka bukan menyelesaikan masalah, tapi bagian dari masalah itu sendiri. Semoga parpol dan masyarakat Indonesia semuanya segera berbenah dan menjaga semangat kebangsaan yang baru saja diperingati bersama. Salam Satu Indonesia!

Naskah ini adalah tulisan berseri penulis yang disampaikan di akun facebook pribadinya. Semoga menginspirasi.