Menko Polhukam Nilai Kedisiplinan Masyarakat Yogya Gunakan Masker patut Dicontoh

Menko Polhukam, Mahfud MD (bertopi koboi) bersama rombongan saat mengkampanyekan penggunaan masker di Malioboro, Minggu (30/8/2020). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menilai kedisplinan masyarakat Yogyakarta dalam penerapan protokol Covid-19, khususnya penggunaan masker patut dicontoh oleh daerah-daerah lain.

Hal tersebut disampaikan Mahfud, saat membagikan masker di kawasan Malioboro Yogyakarta, Minggu (30/8/2020).

Baca Juga:  Sekda DIY Cabut Surat Imbauan Larang Peredaran Video Tepuk Anak Sholeh

Menurutnya, lebih dari 80 persen masyarakat Yogyakarta, utamanya yang berada di kawasan Malioboro telah menggunakan masker dengan baik dan benar.

“Yang sedang tidak dipakai itu biasanya sedang makan, dan sedang menawar barang,” kata Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini kepada wartawan.

Menurutnya, kampanye penggunaan masker ini penting sebagai salah satu upaya untuk memerangi pandemi Covid-19 supaya tidak terjadi penularan baik pada diri sendiri maupun ke orang lain.

Baca Juga:  Menkes sebut penyakit katastropik gerogoti biaya JKN

Selain kepada para pengunjung, masker juga dibagikan kepada para pedagang di pasar Beringharjo, serta tukang becak yang kedapatan tak menggunakan masker.

Menko Polhukam, Mahfud MD (kiri) memakaian masker kepada salah seorang pengunjung di kawasan Malioboro Yogyakarta, Minggu (30/8/2020). (dok. kabarkota.com)

Pada kesempatan tersebut, Menko Polhukam juga memantau pemulihan ekonomi para pedagang di Malioboro.

Salah seorang penjual bakpia di Malioboro, Miftakhul Jannah berharap, dalam upaya pemulihan ekonomi ini, pemerintah membantu para pedagang untuk memasarkan dagangan secara online, melalui pelatihan-pelatihan. Sebab, jika hanya mengandalkan pemasaran offline dalam situasi pandemi seperti ini, omzet para pedagang belum bisa terdongkrak sebagaimana saat kondisi normal.

Baca Juga:  Agenda Kegiatan di Yogyakarta 18 - 22 April 2016

Bahkan, Miftakhul mengaku, sempat berhenti berproduksi sekitar 40 hari hingga merumahkan 10 karyawannya karena penjualannya anjlok seiring pembatasan kunjungan wisatawan ke Malioboro. (Rep-01)