Menteri Anies Tak akan Cabut Kurikulum 2013

Ilustrasi (sumber: antarajambi.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan tidak akan mencabut kurikulumm 2013 yang telah berjalan. Menurutnya, letak permasalah Kurikulum 2013 hanya pada implementasinya.

"Bukan soal kurikulumnya tapi pelaksanaan yang terburu-buru di banyak sekolah. Akibatnya, banyak sekolah yang kesulitan karena belum terlatih," kata Anies kepada wartawan di Yogyakarta, Sabtu (29/11).


Untuk itu, mantan rektor Universitas Paramadina ini telah menunjuk 11 orang untuk melakukan evaluasi Kurikulum 2013 dan telah bekerja mulai Jumat lalu. Ia akan melakukan pembenahan berdasarkan hasil evaluasi yang timnya lakukan.

Baca Juga:  UN Online, Dinas Pendidikan DIY Ajukan 17 Sekolah

Sementara, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) justru berharap, agar Kementria Pendidikan Dasar dan Menengah segera mencabut kurikulum itu.Mengingat, selama kurikulum tersebut dijalankan, ORI telah menerima banyak laporan tentang masalah tersebut.

"Laporan yang kami terima trennya cenderung meningkat," kata Komisioner ORI Bidang Penyelesaian Pengaduan dan Pelaporan, Budi Santoso selepas mengisi sebuah forum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Universitas Gadjah Mada (UGM).


Dari laporan yang ORI terima, Budi menjelaskan, keluhan muncul baik dari guru maupun siswa. Keluhan dari guru, diantaranya berupa buku bahan ajar yang belum diterima, pengajaran dan penilaian yang rumit, hingga sedikitnya waktu yang guru miliki.Sementara itu, keluhan dari siswa berupa sulitnya sistem pembelajaran dari kurikulum tersebut.

Baca Juga:  Aksi Tolak Ganjar Diwarnai Kekerasan

Menurut Budi, banyaknya laporan yang lembaganya terima akibat penerapan kurikulum yang tergesa-gesa oleh menteri sebelumnya. Dari 6000 sekolah sebagai tempat penerapan kurikulum itu, tidak ada proses evaluasi dan kekurangannya.

"Langsung diaplikasikan. Akibatnya, guru dan murid kesulitan karena belum memahami," kata Budi.

Budi menambahkan, ada tiga pilihan yang menurutnya bisa dilakukan. Diantaranya; melanjutkan penerapan Kurikulum 2013 dengan segala kekurangannya, melakukan evaluasi penerapan Kurikulum 2013, atau mencabutnya.

Baca Juga:  Banyak Aduan, BEM PTN di Yogya Minta Perbaikan Regulasi UKT

"Pemerintah bisa kembali menerapkan KTSP dengan penyempurnaan maka akan bisa lebih baik," kata dia.

AHMAD MUSTAQIM