Meski Sebagian Ikut Mancing Geerrsama, Grup Mancing Mania Jogjakarta Klaim Netral dan Tak Berpolitik

Suasana mancing geersama di selokan Mataram, Minggu (9/9/2018). (sutriyati/kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Gelaran Mancing Gratis Geerrsama di selokan Mataram, Minggu (10/9/2018) mengundang antusias warga Yogyakarta, terutama yang memiliki hobi memancing. Termasuk, sebagian anggota grup Mancing Mania Jogjakarta (MMJ).

Selayaknya kegiatan yang diikuti ribuan orang, maka sudah menjadi hal yang wajar ada sebagian peserta yang merasa kecewa ataupun puas atas penyelenggaraan acara tersebut hingga menjadi viral.

Respon negatif datang dari segelintir pihak yang merasa kecewa dan meluapkannya di grup MMJ berikut ini:

 

Sementara sebagian lainnya juga menberikan apresiasi positif atas penyelenggaraan kegiatan tersebut, dan menuliskannya di grup yang sama.

Menanggapi hal tersebut, admin MMJ tak tinggal diam. Juru Bicara (Jubir) MMJ, Thomas Riyanto meminta, agar semua pihak menahan diri dan tidak terpancing oleh komentar-komentar maupun statemen yang sifatnya provokatif dan berpotensi memancing emosi atau yang sengaja dikeluarkan dengan tujuan merusak rasa “pasdhuluran” (persaudaraan) dalam grup.

Terlebih, kata Thomas, kegiatan tersebut digelar oleh kelompok yang pro terhadap salah satu pasangan Capres-Cawapres, sehingga sarat dengan kepentingan politik praktis.

Meskipun admin meloloskan postingan event mancing Geerrsama di grup MMJ, namun, lanjut Thomas, bukan berarti MMJ pro dengan salah satu pasangan capres, dan juga tidak berarti bahwa MMJ menghalalkan postingan yang berbau politik. Melainkan sebagai imbauan agar semua anggota grup bisa melihaf event tersebut dari sudut pandang pemancing saja, bukan dari isi politiknya.

“Monggo… kita semua ikut menjaga suasana kondusif dalam grup kita, menjaga tali pasedhuluran antarmember ….dengan cara tidak mengeluarkan komentar-komentar maupun statemen yang sifatnya provokatif yang berpotensi akan merusak pasedhuluran dalam grup, supaya grup kita ini tetap nyaman dan menyenangkan untuk disimak,” tulis Thomas.

Pemancing, imbuh Thomas, semestinya bisa mengambil sisi positifnya, ketika ada pihak yang mau menebar ikan dalam jumlah yang lumayan banyak dan kita pemancing bisa memanfaatkan hal itu untuk menyalurkan hobi maupun mendapatkan tambahan lauk buat keluarga. Mengingat, sebagian member yang mendapatkan ikan pancingan cukup membantu secara ekonomi, karena tidak harus beli di pasar.

Tetapi ada hal yang juga amat disesalkan, karena ternyata masih ada oknum-oknum maupun member yang menjadikan event ini kesempatan untuk memecah belah pasedhuluran antarmember dalam grup ini.

“Untuk itu, admin sekali lagi menghimbau supaya semua member bisa berpikir positif dan bersikap dewasa dalam menyikapi hal ini,” tegasnya. Apalagi, MMJ sama sekali tak terlibat dalam kepanitiaan di acara itu, sehingga menjadi kurang relevan ketika kegaduhan justru terjadi di grup MMJ.

Hal senada juga disampaikan Anang Sabtoni selaku Presiden Partai Mancing Indonesia (Parmin), sebutan yang populer di komunitas MMJ.

“Sudahilah perdebatan yang tidak penting dan boros kata kata. Apapun alasannya, mancing geersaama adalah sebuah hiburan yang bisa kita nikmati bersama kaum pemancing,” pintanya.

Lebih lanjut, Anang menambahkan, tujuan memancing tak sekedar mendapatkan ikan. “Paseduluran mancing itu lebih berharga dari hanya sebatas pesta lele,” ujarnya. (rep-03)