Musim Penghujan Tiba, Waspadai Berbagai Penyakit Ini

Ilustrasi (youtube.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Saat memasuki musim penghujan, masyarakat dihadapkan pada berbagai ancaman wabah penyakit musiman. 

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan (P2MK Dinkes) DIY, Daryanto Chadorie mengatakan, Selain Demam Berdarah Dengue (DBD), genangan air hujan juga berpotensi menimbulkan penyakit leptospirosis dari air kencing tikus. 

Leptospirosis merupakan penyakit akibat infeksi bakteri strain Leptospira yang ditularkan oleh hewan ke manusia.  “Saat hujan banyak genangan air yang dilewati oleh tikus. Jika genangan air itu mengenai bagian tubuh manusia yang terluka, maka bakterinya bisa menempel,” Jelas Daryanto kepada kabarkota.com, Kamis (4/2/2016).

Baca Juga:  Forpi Minta Pemkot tak Tebang Pilih dalam Penindakan Pelanggaran di Kota Yogya

Selain melalui luka, ungkap Daryanto, Leptospira juga bisa menjangkiti manusia melalui air yang terkena mata, hidung, atau pun terminum. Gejala yang timbul umumnya  demam tinggi, nyeri otot dan kulit, mata merah dan iritasi, serta mengalami diare.

Menurutnya, pada tahun 2011 lalu, penyakit ini  pernah menjadi  dikategorikan sebagai kejadian luar biasa (KLB) di Bantul. Ketika itu, selama bulan Januari, Leptospirosis telah menyebabkan enam orang meninggal dunia. Sementara, sepanjang tahun 2015, ada 131 kasus Leptospirosis. 13 orang meninggal dunia. 

Baca Juga:  19 Pasien di Indonesia Positif Corona

Daryanto mengungkapkan, sebenarnya leptospitosis masih bisa dikendalikan. Ketika penderita mengalami demam bisa langsung sembuh dengan obat anti biotik. Namun sayangnya, pasien leptospirosis biasanya berobat ketika kondisinya sudah parah.

“Penyakit lain yang juga harus diwaspadai adalah Zika dan Cikungunya, karena disebarkan oleh vektor yang sama. Gejalanya juga hampir sama. Sampai saat ini kita belum ada laporan tentang Zika,” tutur dia. (Ed-03)

Baca Juga:  Hujan Deras Mengguyur Yogya, Pepohonan dan Tiang Listrik bertumbangan

Kontributor:  Januardi