Nabi Palsu Antarkan Agus Raih Doktor

Foto: Dok Humas UGM

SLEMAN (kabarkota.com) – Klaim sebagai ratu adil atau nabi akan menimbulkan masalah baru bagi masyarakat, karena klaim tersebut akan memaksa orang lain untuk menerima, mengamini, dan bersedia menjadi pengikutnya.  

Hal tersebut diungkapkan Dosen Filsafat UGM, Agus Himmawan Utomo saat mengikuti ujian terbuka promosi doktor yang berlangsung di Fakultas Filsafat UGM, Jumat (12/8).

Menurut Agus, seharusnya di antara para nabi saling melengkapi dan membantu untuk menyampaikan pesan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Baca Juga:  Beredar Buku Berbau Radikalisme, Ini Kata Menteri Anies Baswedan

“Selama tidak ada yang menjunjung seseorang yang mengaku sang Nabi melebihi batas kemanusiaannya, hal itu tidak akan menjadi masalah namun manakala muncul individu-individu yang diagung-agungkan dan dipatuhi melebihi kepatuhan dan ketundukan pada Yang Ilahi maka yang muncul adalah sebuah problema besar,” terangnya.

Agus menjelaskan, apabila ada orang yang mengaku sebagai nabi dan menyampaikan pesan yang berbeda dari nabi sebelumnya maka kenabian orang tersebut patut untuk diragukan.

Baca Juga:  Muncul Petisi Desak UGM Tuntaskan Kasus Asusila Mahasiswanya

“Begitupun kesesuaian praktik-praktik keagamaan yang diajarkan para nabi haruslah sesuai dengan nilai-nilai luhur ilahiah,” tutur Agus.  

Disertasinya yang berjudul Konsep Kenabian Perspektif Perennialisme Frithjof Schuon: Relevansinya dengan Kehidupan Keberagamaan di Indonesia akhirnya mengantarkan Agus meraih Gelar Doktor Filsafat di UGM. (Rilis UGM/Rep-04/Ed-01)