Nukman Luthfie Meninggal, Status Terakhir di Facebook, Salam Perpisahan?

Status terakhir Nukman Luthfie di Facebook (dok. fb)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Kabar meninggalnya pakar media sosial, Nukman Luthfie, pada Sabtu (12/1/2018) malam, di Yogyakarta, mengagetkan banyak orang.

Semasa hidupnya, almarhum dijuluki Bapak Media Sosial Indonesia (Medsos) sering membagikan postingan-postingan yang edukatif tentang media sosial, selain juga sebagian tentang kehidupan pribadi dan keluarganya.

Namun, postingan terakhir di akun medsos Nukman, baik di Facebook yang diunggah tanggal 1 Januari 2019, seolah mengisyaratkan pamit sebelum kepergiannya.

“Selamat Tinggal Facebook”, tulis Nukman di akun facebooknya.

Meski isi unggahan itu sebenarnya merupakan narasi panjang untuk mengomentari link berita dalam bahasa Inggris, yang pada intinya menggambarkan bahwa facebook mulai ditinggalkan anak muda sekarang.

Para Netizen pun berasumsi bahwa unggahan terakhir itu merupakan salam terakhir Nukman sebelum menghembuskan nafas terakhir di Yogyakarta.

“Ternyata ini salam perpisahan dari almarhum, Selamat jalan, turut berduka cita, semoga khusnul khotimah,” tulis akun Sudarsih Hidayat.

“Ya Allah… ternyata status “selamat tinggal” ini firasat. Selamat Jalan pak Nukman .. ” tulis Netizen di kolom komentar statua terakhir almarhum.

Almarhum di mata Sesama Pegiat MedsosUngkapan duka cita tak hanya datang dari para pengguna media sosial, namun juga sesama pegiat media sosial.

Subkhi Ridho, salah seorang pegiat medsos yang cukup mengenal sosok almarhum semasa hidupnya. Ia mengaku, pertama kali mengenal Nukman di forum diskusi di daerah Cikini Jakarta, tahun 2016 lalu.

“Waktu itu, beliau jadi narasumbernya. Saya menghampiri beliau setelah turun panggung,” ungkap Subkhi kepada kabarkota.com, Minggu (13/1/2019).

Menurutnya, Nukman adalah sosok yang humble, baik, dan mau berbagi perkembangan medsos, tantangan, peluangnya ke depan dalam praktik berdemokrasi di Indonesia.

“Beliau mengajarkan tentang kekuatan medsos akan luar biasa berefek terhadap perilaku generasi millenial, baik itu positif maupun negatif. Tergantung bagaimana memaintenance,” kata Subkhi yang juga juru bicara Jaringan Muda Produktif Indonesia (JMPI).

Subkhi juga mengaku kehilangan salah satu pelopor bidang medsos yang mampu membawa perubahan sosial-politik, setelah mendengar kabar meninggalnya Nukman Luthfie.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Turut berduka atas kepergiannya. Semoga almarhum dimudahkan, diampuni, dan diterima segala amal saleh oleh Allah SWT, amin YRA,” ucap aktifis Muda Muhammadiyah ini. (Rep-03)