Orang Tua Siswa inginkan PPDB SMA/SMK 2019 di DIY Gunakan Juknis Tahun 2018

Pertemuan perwakilan orang tua siswa di DIY dengan Kadisdikpora dan Kepala ORI Perwakilan DIY, Selasa (28/5/2019). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Puluhan Orang Tua calon siswa SMA/SMK di DIY menginginkan aturan tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Tahun Ajaran 2019/2020 di DIY menggunakan Petunjuk Teknis (Juknis) Tahun 2018.

Keinginan tersebut disampaikan saat mereka bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Kadarmanta Baskoro Aji, di Kantor Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY, Selasa (28/5/2019).

Salah seorang wali murid siswa di SMP 5 Yogyakarta, Sri Haryati berpendapat bahwa penetapan zonasi dan jumlah pilihan sekolah yang ada di Juknis PPDB SMA/SMK Tahun Ajaran 2019/2020 justru menimbulkam ketidak-adilan, karena sempitnya zona dan prioritas penempatan siswa.

“Dibandingkan tahun 2019, Juknis tahun 2018 lebih manusiawi,” anggap Sri.

Selain itu, Sri juga mempertanyakan dasar penetapan zonasi yang menurutnya janggal. Mengingat, ia mencontohkan, Zona 1 untuk kelurahan Ambarketawang, Gamping, Sleman masuk di SMAN 1 Yogyakarta, padahal jaraknya lebih jauh, jika dibandingkan dengan lokasi SMAN 1 Gamping.

“Kembali saja ke juknis 2018. Setidaknya mereka (calom siswa) mempunyai pilihan, dan usahanya dihargai,” pintanya.

Hal senada juga disampaikan, Suwartanti, salah seorang wali murid lainnya. Menurutnya, jika Juknis Tahun 2019 diterapkan, maka anak-anak dengan NEM tinggi justru terancam tak mendapatkan sekolah.

Hal itu bisa terjadi, lanjut Tanti, karena di sekolah-sekolah yang ramai zonasinya, maka bukan tidak mungkin calon siswa yang NEM-nya tinggi akan terpental dari sekolah pilihannya.

Menanggapi desakan tersebut, Kadisdikpora DIY, Kadarmanta Baskoro Aji berdalih bahwa penerapan zonasi itu tak semata hanya berdasarkan jarak, tetapi juga kepadatan populasi anak usia sekolah di satu wilayah.

“Kalau kita kembali ke Juknis 2018 itu payung hukumnya berbeda. Sehingga kalau kita menggembalikan ke yang dulu, pasti salah,” tegasnya.

Meski demikian, Aji menyatakan, pihaknya akan mengunggu dan mempertimbangkan hasil rekomendasi maupun saran dari ORI perwakilan DIY.

Kepala ORI Perwakilan DIY, Budhi Masthuri menyatakan, pasca pertemuan tersebut, pihaknya akan segera merumuskan rekomendasi untuk Disdikpora DIY, dengan mempertimbangkan berbagai masukan dari forum. (Rep-01)