Pabrik Rokok Ancam PHK Karyawan Jika Produksi Turun

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Kebijakan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan agar produsen rokok menyertakan Picture Health Warning (PHW) atau gambar dari efek merokok membawa efek domino.

Bagaimana tidak, kebijakan yang diberlakukan sejak Selasa (24/6) lalu itu, disamping membawa efek baik untuk kesehatan tetapi juga bisa secara perlahan mematikan industri rokok.

Kepala Seksi Bagian Umum perusahaan rokok PT Merapi Agung Lestari, Sumarjono mengungkapkan kekhawatirannya dengan kebijakan tersebut meskipun perusahaannya belum mendapatkan surat resminya.

"Dampak atas kebijakan itu, tentu banyak," ucapnya ketika ditemui kabarkota.com di PT Merapi Agung Lestari, Sewon, Bantul, Kamis (26/6).

Baca Juga:  Sultan: Idul Fitri harus Didukung Semangat Islah

Dampak yang dikhawatirkan Sumarjono adalah mulai dari menurunnya pemasaran. Pasalnya, kata Sumarjono, konsumen tentu akan berfikir ulang ketika melihat gambar efek merokok. "Meskipun tidak semua konsumen akan berfikir begitu," ujar Sumaryono.

Dari menurunnya pemasaran secara otomatis akan berimbas kepada produksi perusahaan. Tak cukup sampai di situ. Sumarjono lebih mengkhawatirkan jika dengan menurunnya produksi bisa memangkas jumlah karyawan secara perlahan.

"Produksi kami sudah menurun. Dari yang sebelumnya bisa 2500 batang per orang, sekarang menjadi 1500 per orang. Bagaimana jika sudah terkena dampak gambar itu. Sekarang saja kami tidak bisa menerima karyawan," kata Sumarjono.

Baca Juga:  Begini kondisi dan harga bus eks TransJogja yang akan dilelang

Sejauh ini, perusahaan rokok yang berinduk di Malang, Jawa Timur ini sudah tidak melakukan pemasaran di Yogyakarta sejak tahun 2010, karena kalah bersaing. Hasil produksi dipasarkan di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Lebih lanjut Sumarjono menjelaskan, jika memang dampak tersebut dirasakan, jajaran direksi perusahaan akan mengadakan rapat internal.
"Entah protes atau apa, mungkin akan ada langkah-langkah yang akan ditempuh," ucapnya.

Tak cukup sampai di situ. Selain ancaman gambar dari efek merokok, Sumarjono juga mengeluhkan katatnya persaingan perusahaan rokok sendiri. Bukan tidak mungkin, jika perusahaan kalah bersaing maka perusahaan akan melakukan pemutusahan hubungan kerja (PHK).

Baca Juga:  UAJY Perpanjang Kerjasama dengan KY


"Mau tidak mau," katanya. (kim/aif)