Pakar Hukum UII: Demo di KPU Sah Asal Tak Ditunggangi

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Dosen Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII), Anang Zubaidy menganggap, aksi unjuk rasa yang dilakukan sekelompok massa di kantor KPU DIY, Kamis (14/8) sah-sah saja selama tidak ada kepentingan yang menungganginya.
"Disadari atau tidak, dugaan proses kecurangan dalam Pemilu itu nyata ada," kata Anang kepada kabarkota.com melalui sambungan telepon. Oleh karena itu, Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi ranah hukum untuk menyelesaikan proses Pilpres yang dianggap tidak jujur.
Sementara kecaman atau pun cibiran aksi massa terhadap kinerja KPU merupakan bagian dari sikap publik yang sebenarnya menginginkan perbaikan.
Baca Juga:  Jokowi Temui Sultan HB X di Keraton Yogya, Ini yang Dibicarakan
Ia menganalogikan aksi massa tersebut sebagai puncak gunung es atas adanya dugaan manipulasi dari pemilu ke pemilu sejak masa Orde Baru. Menurutnya, sekarang masyarakat lebih peduli terhadap adanya dugaan praktek-praktek kecurangan tersebut.
Meski begitu Anang meminta agar semua pihak dapat menerima hasil keputusan MK. Selain itu, ia juga berharap proses persidangan di MK yang sedang berlangsung bebas dari upaya-upaya intimidasi dan menghindari keberpihakan.
"Terlepas dari hasilnya melegakan atau tidak melegakan bagi salah satu pihak," ucap dia. 
Baca Juga:  Jelang 1 Suro, Paguyuban Abdi Dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Gelar Lampah Budaya Mubeng Beteng
Sebelumnya, hari ini (14/8), kabarkota.com memberitakan adanya puluhan massa melakukan aksi unjuk rasa yang relatif singkat di depan kantor KPU DIY. 
Dalam aksinya, selain melakukan orasi, massa aksi juga membentangkan spanduk yang berisi kecaman dan cibiran atas kinerja KPU dalam penyelenggaraan Pilpres 2014.
Ketika kabarkota.com mencoba mengkonfirmasi tim Prabowo-Hatta maupun tim Jokowi – JK DIY, mereka mengaku tidak mengetahui adanya aksi tersebut.
Bambang Prastowo selaku tim Jokowi-JK memastikan tidak ada dari tim pemenangan, lima partai pendukung maupun relawan yang terlibat dalam aksi tersebut.
Baca Juga:  Jadwal Pemadaman Listrik di Sleman per 11 Maret 2019
"Kami semua mendukung KPU, Bawaslu, Pemerintah, Polri dan TNI," tegas Bambang.
Sementara Dharma Setiawan dari Tim Prabowo-Hatta juga menyatakan, pada saat mendapatkan informasi ada demo di KPU DIY, pihaknya bersama koalisi dan anggota dewan terpilih sedang melakukan rapat koordinasi di salah satu hotel.
"Kami tidak bisa memastikan iya atau tidak karena kami memang tidak mengetahui itu," ungkap Dharma melalui sambungan telepon. (tri/jid)