Pelajari Konservasi Keanekaragaman Hayati Tropis, Puluhan Mahasiswa Asia Tenggara Ikuti Kursus di UGM

(dok.ugm.ac.id)

Sebanyak 20 mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Asia Tenggara mengikuti kursus musim panas di Fakultas Biologi UGM untuk mempelajari keanekaragaman hayati tropis.

Dalam kegiatan The 2nd International Summer Course on Tropical Biodiversity and Sustainable Development yang berlangsung selama 10 hari, 8-17 Juli 2019, mereka tidak hanya belajar tentang keanekaragaman hayati tropis saja. Namun, para peserta juga akan belajar tentang konservasi, tujuan pembangunan berkelanjutan, kebijakan serta agenda yang memengaruhi kelestarian keanekaragaman hayati tropis.

Peserta yang mengikuti kegiatn ini berasal dari beberapa universitas di Asia Tenggara, seperti Prince of Songkla University Thailand, Universiti Sains Malaysia, University Tun Hussein Onn Malaysia, Universiti Tun Abdul Rahman Malasysia, dan Universitas Nasional Timor Lorosae.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerja Sama, Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., menyampaikan kursus musim panas ini diadakan dalam rangka meningkatkan literasi pembangunan berkelanjutan dan menekankan pentingya konservasi keanekaragaman hayati tropis di Asia Tenggara. Sebab, Asia Tenggara memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dibandingkan dengan kawasan lainnya.

“Ekosistem Biologi Tropis Asia Tenggara merupakan pusat mega biodiversitas dari banyak tanaman, hewan, dan spesies eksotik lainnya,” jelasnya, Senin (8/7) di hadapan para peserta.

Ekosistem ini, lanjutnya, memainkan peran penting untuk menopang kehidupan masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut. Kendati begitu, pertumbuhan penduduk dan aktivitas manusia, degenerasi lahan, deforestasi, perubahan iklim, serta kebijakan ekonomi yang tidak berkelanjutan terus mengancam keanekaragaman hayati dan fungsi eksosistem tropis. Oleh sebab itu, melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi pembangunan berkelanjutan sehingga tercapai pengembangan biologi tropis yang berkelanjutan.

Para peserta nantinya akan mengikuti perkuliahan yang menghadirkan 12 pakar dari Malaysia, Filipina, Thailand, Australia serta Amerika Serikat. Selain di dalam kelas, peserta akan diajak untuk kunjungan lapangan ke hutan Paliyan dan pantai Sadranan.

Kursus musim panas ini diselenggarakan oleh Fakultas Biologi UGM dan Kantor Urusan Internasional UGM.  Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono, didampingi Kasubdit Kerja Sama Internasional UGM, I Made Andi Arsana, Ph.D. (Humas UGM/Ika)