Pemutaran Film Pulau Buru Tanah Air Beta di Unprok 45 Yogya Dibatalkan

Ilustrasi (citizendaily.net)

SLEMAN (kabarkota.com) – Rencana Pemutaran Film kontroversial bertajuk Pulau Buru Tanah Air Beta yang akan diputar di kampus Universitas Proklamasi (Unprok) 45 Yogyakarta, Jumat (20/5/2016) dibatalkan.

Kepala Bagian Kemahasiswaan Unprok 45 Yogyakarta, Fitroh Dwi Nugroho menyatakan, pihak kampus tidak bersedia memfasilitasi kegiatan tersebut, setelah kedatangan pihak aparat keamanan, baik dari Polsek Depok Barat, Kodim, dan Polres Sleman yang mempertanyakan rencana pemutaran film tersebut.

Baca Juga:  Pilot Pesawat Helikopter TNI AD yang Jatuh di Poso Asal Yogya

“Kalau pertama, mereka (Panitia) mengajukan surat ke kami, meminta kepada saya untuk membuka acara itu di situ dituliskan tentang kajian ilmiah tentang pendidikan, bukan pemutaran film,” ungkapnya kepada kabarkota.com, di Unprok 45, Jumat (20/5/2016).

Namun, H-1 kegiatan, lanjut Fitroh, pihak pimpinan kampus mengambil keputusan untuk membatalkan atau tidak memfasilitasi acara tersebut, mengingat dari panitia dalam hal ini, Gerakan Nasional Pendidikan (GNP) mengakui akan adanya rencana pemutaran film yang sarat dengan peristiwa 65 tersebut.

Baca Juga:  Kemenhub akan Periksa Angkutan Mudik Lebaran Satu per Satu

“Kami adalah salah satu kampus di Yogyakarta yang masih memiliki rasa nasionalisme yang tinggi sehingga satu kamus yang nasionalnya tinggi dan mendukung keutuhan NKRI sehingga untuk simbol-simbol kapitalis tersebut, kami tidak mendukung,” tegasnya.

Terlebih, imbuhnya, acara tersebut dikhawatirkan akan memicu konflik dari pihak-pihak yang tidak setuju, salah satu diantaranya ormas yang menolak film tersebut diputar.

Dari pantauan kabarkota.com, aktifitas di kampus Unprok 45 Yogyakarta tampak sepi, namun terlihat sejumlah aparat keamanan yang tak berseragam melakukan pemantauan di sekitar kampus. Sementara Presiden Mahasiswa (Presma) Unprok yang bertanggung-jawab atas acara tersebut juga dikabarkan tidak ada di kampus. (Rep-03/Ed-03)

Baca Juga:  Tim Kuasa Hukum Agni: "Ini tidak Damai, tapi..."