Pencarian Korban Banjir dan Longsor Jateng Masih Berlanjut

Ilustrasi ( dok. kabarkota.com)

JAKARTA (kabarkota.com) – Upaya pencarian dan penanganan korban banjir dan tanah longsor di Jawa Tengah (Jateng) sejak 18 Juni 2016 lalu masih berlanjut hingga tujuh hari ke depan.

Tim Gabungan dari BPBD bersama TNI/POLRI, Badan SAR, SKPD dan masyarakat melakukan upaya pencarian korban yang difokuskan di Desa Caok dan Desa Donorati.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei mengarahkan, agar prioritas penanganan pada korban hilang, rumah yang hancur akibat kejadian ini akan mendapat bantuan melalui program pemerintah.

Baca Juga:  Perumahan Dinas BMKG Palu Diperkirakan ikut Amblas terkena Likuifaksi

“Masyarakat yang masih tinggal di wilayah rawan dan terancam longsor akan direlokasi secepatnya, hal ini akan dibicarakan lebih lanjut dengan Bupati setempat di Kebumen, Banjarnegara dan Purworejo,” kata Willem seperti dikutip laman BNPB, Senin (20/6/2016).

Selain itu, lanjutnya, ahli waris korban longsor juga akan mendapatkan santunan dukacita dari Kementerian Sosial dan Kepala Daerah.

Berdasarkan data sementara, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai lebih dari 40 orang, dan belasan orang masih dinyatakan hilang.

Baca Juga:  Jadwal Pemadaman Listrik di Sleman per 11 Maret 2019

Pemenuhan kebutuhan korban longsor dan banjir terus dilakukan baik dari perbekalan dan logistic serta peralatan kebutuhan dasar. Pendampingan adminstrasi dan managerial juga dilakukan oleh BNPB kepada daerah.

Status tanggap darurat hingga kini masih belum ditetapkan oleh Gubernur Jawa Tengah. Bupati dan walikota diwilayah terdampak masih mampu menjadi penanggungjawab penanganan bencana, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pusat terus memberikan pendampingan.

Sementara, berdasarkan informasi BMKG, wilayah Sumatera, Jawa, Maluku hingga Papua masih berpotensi tinggi terjadi hujan. Karenanya, BNPB telah menginstruksikan kepada BPBD bersama lembaga terkait didaerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Pusdalops PB di daerah juga diminta untuk beroperasi selama 24 jam/7 hari. (Rep-03/Ed-03)

Baca Juga:  Air Meluap, Warga di Bantaran Sungai Winongo dan Code Siaga Banjir